Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Kelompok Cipayung Duduki Polda Sulut, Desak Kapolres Dicopot

Demo Kelompok Cipayung di Polda Sulut.

Manado, detiKawanua.com - Tak henti-hentinya desakan agar Kapolresta Manado AKBP Suprayitno dicopot dari jabatannya terus didengungkan berbagai kalangan, mulai dari organisasi mahasiswa sampai organisasi masyarakat.

Terbukti Kamis (09/06) sekira pukul 12.00 Wita, aliansi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung antara lain Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Manado, Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Manado, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Manado dan Persatuan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Manado menduduki Polda Sulut menuntut agar Kapolresta Manado segera dicopot dari jabatannya. 

Unjuk rasa ini disambut langsung Kapolda Sulut Brigjen Wilmar Marpaung di halaman Mapolda. Kepada mahasiswa ia mengatakan, sudah direkomendasikan atau diusul diganti.

"Secara administrasi, saya sudah kirim surat rekomendasi kepada pak Kapolri langsung agar dapat mengganti Kapolresta Manado yang dijabat AKBP Suprayitno. Kapan Kapolres diganti itu wewenang Kapolri. Kita tunggu saja. Tidak langsung diganti tapi rekomendasi ini bersifat segera," beber Jenderal Bintang Satu ini.

Menurut Perwira Tinggi (Pati) yang telah setahun lebih bertugas di Polda Sulut ini, sebagai Kapolda hanya bisa berikan pengusulan untuk penggantian jabatan setingkat Kapolres. 

"Saya hanya bisa mengganti pangkat AKBP ke bawah. Kalau pangkat AKBP setingkat Kapolres itu wewenangnya Kapolri, " terang pria berdarah Batak ini.

Lanjut ditegaskannya, mengenai penanganan dugaan kekerasan oknum polisi terhadap 7 anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) kala demo di kantor Dewan Manado dan juga pemukulan terhadap ketua GP Ansor Manado yang terjadi beberapa waktu lalu, pihaknya secepat mungkin menangani kasus yang menjadi perhatian masyarakat itu. Kata dia, Bidang Propam maupun Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulut sudah bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus itu.

"Bid Propam dan Ditreskrimum sudah mengumpulkan bukti-bukti saat terjadinya dugaan kekerasan. Juga memeriksa sejumlah saksi," ujarnya.

Anggota yang terbukti akan ditindak tegas. Kapolda pun akan ditindak apabila terbukti salah. "Hingga proses sidang kode etik Polri nanti, itu transparan. Kami akan beberkan hasilnya," tambah Pati ini.

Lanjut dikatakannya, kasatker-kasatker yang ada di Polresta Manado, sudah dicopot dari jabatannya. "Saya sudah mengganti sejumlah pejabat di Polresta Manado yang bertanggungjawab menangani demo pekan lalu,"cetusnya.

Berdasarkan pantauan, sejumlah aliansi pemuda dan mahasiswa di Manado, berunjuk rasa di Halaman Mapolda Sulut. Sementara itu, menurut salah satu perwakilan, Fanny Datukramat dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) meminta kepada Kapolda Sulut untuk menangani kasus dugaan kekerasan saat demo GMKI dan pemukulan Ketua GP Ansor pada saat penertiban kampung bobo  pekan lalu, secara transparan dan memproses hukum oknum polisi represif. Dia juga menuntut agar Kapolresta Manado AKBP Suprayitno dicopot dari jabatannya.

"Kami meminta agar Kapolresta Manado dicopot dari jabatannya karena dia tidak mampu tanggulangi masalah yang ada di Manado, padahal dia baru sebulan lebih menjabat," tegasnya. (All)

Di Postkan Oleh Adhy Kambose | Kamis, 09 Juni 2016 , ,

0 komentar for "Kelompok Cipayung Duduki Polda Sulut, Desak Kapolres Dicopot"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional