Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Hukuman Kebiri Pada Pelaku Kejahatan Seksual Didukungan Tokoh di Talaud

Lalegit : Kita Tunggu penerapan Perpu Ini di Talaud


Irwan Lalengit, Tokoh Masyarakat Talaud.

Talaud, detiKawanua.com - Setelah Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang telah di tandatangani oleh Presiden  Joko Widodo 26 Mei 2016 lalu, menuai banyak dukungan dari Masyarakat Talaud. Sedikitnya tahun ini di Talaud msh terdapat beberapa kasus terkait kejahatan seksual terhadap anak dan sangat meresahkan masyarakat sekitar.

Praktisi Hukum Irwan Lalegit SH mengatakan mengenai Perppu yang dimaksud, khususnya Pasal 81 ayat (5), (6) dan ayat (7) yang disebut-sebut oleh sebagian kelompok masyarakat pegiat HAM termasuk Komnas HAM sebagai "Perppu Kebiri" yang bertentangan dengan HAM (Hak Asasi Manusia), maka seandainya Sanksi Pidana Mati dan Pidana Tambahan Kebiri Kimiawi dan Pengumuman Identitas ke Publik serta Pemasangan Alat Deteksi Elektronik terhadap Pelaku Kejahatan Seksual bertentangan Hak Asasi Manusia, ada baiknya jika diganti dengan Sanksi Pidana Penjara Seumur Hidup Tanpa Pemberian hak-hak Narapidana.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, hak-hak narapidana itu seperti Grasi, Remisi, Pembebasan Bersyarat, Asimilasi, Cuti Bersyarat dan Cuti Menjelang Bebas sekalipun Rehabilitasi," ungkap Lalegit.


Lalegit juga menambahkan tentu kita semua perlu juga melihat pertimbangan pemerintah untuk mengeluarkan "Perppu kebiri" tersebut karena semakin maraknya tindak kekerasan seksual terhadap anak, terus meningkat secara signifikan yang mengancam dan membahayakan jiwa anak, merusak kehidupan pribadi dan tumbuh kembang anak, serta mengganggu rasa kenyamanan, ketenteraman, keamanan, dan ketertiban masyarakat. 

"Tentu alasan sosiologis dan yuridislah yang melahirkan pemerintah harus bertindak menyelamatkan anak dan juga perempuan (saya kira), jadi bukan hanya anak, tapi perempuan dewasa pun sebetulnya harus dilindungi dari tindak perkosaan, pelecehan, atau kekerasan, ujar Lalegit yang juga mantan Aktifis GMNI Sulut.


Dirinya menilai, pemerintah sangat tepat memandang sanksi pidana yang dijatuhkan bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak selama ini belum memberikan efek jera dan belum mampu mencegah secara komprehensif terjadinya kekerasan seksual terhadap anak, misalnya untuk menghindari ketidakpercayaan masyarakat akan lembaga peradilan, aparat penegak hukum dan pemerintah itu sendiri, terutama karena agar tidak ada pengadilan jalanan (street justice), aksi massa yang sadis untuk menghabisi nyawa pelaku perkosaan anak atau perempuan dikemudian hari sebagai tindakan balas dendam pihak korban yang bisa saja tidak mengedepankan asas praduga tidak bersalah karena siapa tahu ternyata bukan dia pelakunya atau menghindari peradilan sesat juga bagi yang disangka sebagai pelaku.

"Kita inginkan adanya ketertiban hukum, jadi kita tunggu penerapan Perppu ini, kita nantikan Perppu ini berlaku efektif terutama untuk menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi juga di Talaud dan tentu dari sisi Penegakan Hukum saya bisa sepakat, namun dari segi perlindungan, pemajuan, penghormatan dan penegakan Hak Asasi Manusia pun saya juga perlu mendukung, Lalegit yang juga anak daerah Porodisa.


Sementara itu sorotan juga datang dari Tokoh Masyarakat Talaud Pemberian Pasuma mengatakan saya sangat mendukung tentang penetapan hukuman  bagi pelaku kejahatan seksual karena kalau setiap tahunnya terjadi peningkatan kebiri kejahatan ini maka sangatlah tepat pemerintah memberlakukan peraturan yang dimaksud agar si pelaku jera.

"Jangankan kebiri, sekalian dipotongpun torang menyetujui," kata pemberian yang juga sebagai Ketua Kaum Bapa KRT III Jemaat Imanuel Lirung. (Fandy)

Di Postkan Oleh Adhy Kambose | Rabu, 01 Juni 2016 ,

0 komentar for "Hukuman Kebiri Pada Pelaku Kejahatan Seksual Didukungan Tokoh di Talaud"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional