Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Diduga Polisi Biarkan Kasus Penganiayaan Dua Gadis di Bawah Umur Asal NTB

Dua Gadis di Bawah Umur Asal NTB yang dianiaya Majikannya, saat berada di Mapolresta Manado.

Manado, detiKawanua.com
- Korban penganiayaan dialami dua gadis asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni, Erna Susanti alias Erna (16) dan Rodatul Ainin (18), warga pendatang dari desa Lombosari, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, (NTB).

Kedua gadis ini dianiaya oleh majikannya inisial IS alias In, Warga Kelurahan Istiqlal, Kecamatan Wenang Manado.

Saat berada di Mapolresta Manado, Selasa (07/06) Pukul 19.00 WITA kasus penganiayaan tersebut tidak diproses oleh Polresta Manado. Bahkan, kedua korban diberi uang tiket untuk pulang ke kampung halaman oleh majikannya tersebut.

Saat diwawancarai wartawan, Erna mengatakan, saat berada di Mapolresta Manado telah telah melakukan laporan dan ditanya-tanya polisi soal apa yang terjadi. "Saat itu datang majikan saya dan memaksa saya untuk mengambil uang Rp.6 juta sebagai uang tiket pulang ke kampung halaman," ujar dia dengan meneteskan air mata.

Erna pun menceritakan kejadian penganiayaan kepada wartawan. Dia mengatakan, nekat keluar dari rumah majikannya, Selasa (07/60) dini hari, sekitar Pukul 04.00 WITA, karena sering disiksa.

Bersama sepupunya yakni Rodatul, diketahui pada tahun 2014 silam, dijemput langsung oleh majikan didesa NTB, keluarga merelahkan untuk merantau mencari nafkah. "Saat bekerja kami berdua bekerja sesuai yang ditugaskan oleh majikan kami. Dimana saya sebagai babby sitter dan sepupu saya merangkap sebagai tukang masak," ujar dia.

Menurut dia, dari mulai bekerja sering mendapatkan perlakukan tidak adil dari majikan. jika melakukan pelanggaran sekecil apapun,  tetap saja mendapat pukulan dari majikan, bahkan upah dari hasil kerja tidak perna dipegang. "Kami berdua tidak perna memegang gaji kami. Menurut bos (majikan), gaji kami sudah dikirim kepada kedua orangtua namun tidak kami ketahui berapa uang yang dikirim." Ungkap dia didampingi sepupunya saat berada di Mapolresta Manado.

Lebih dalam, Erna menjelaskan, Selasa (07/06) dini hari, majikan menuduh kalau bersekongkol dengan seorang pelaku yang melempari kaca rumah majikan. Mesti terus menyangkal tuduhan itu, terus saja dipukul oleh majikan. "Karena tidak tahan kami pergi keluar dari rumah majikan," terang dia. 

Lanjut Erna, Ditengah jalan bertemu dengan seorang lelaki bernama Jemmy dan dibawah ke Rumah Rahmat di Kelurahan Buha. "Besok harinya saya dan sepupu saya diantar ke Mapolresta Manado," terang dia.

Sementar itu, Rahmat mengatakan, saat di bawah oleh Jemmy, dirinya terkejut dengan keluhan kedua gadis ini, karena tidak mau ambil resiko keduanya dibawa ke Mapolresta Manado. "Saya dan isteri saya langsung membawah ke Mapolresta Manado untuk ditindaklanjuti. Kasihan saat itu kedua gadis tersebut menangis-menangis, saat ditanyakan ada telepon kata mereka ada pada majikan," jelas dia.

Sementara itu, diketahui pelaku mempunyai toko di kawasan Pasar 45 Manado. Saat melakukan konfirmasi, pengawas toko tersebut membenarkan adanya dua gadis tersebut. "Tapi masalah sudah diselesaikan di Mapolresta Manado. Saat ini pemilik toko tidak berada di tempat," terang dia.

Kedua gadis tersebut keluar Mapolresta Manado. Dan rencananya akan diterbangkan ke NTB, Rabu (08/06) Pukul 10.00 WITA. (Iboet)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 08 Juni 2016 , ,

0 komentar for "Diduga Polisi Biarkan Kasus Penganiayaan Dua Gadis di Bawah Umur Asal NTB"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional