Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Bersama TP-PKK Sulut, Wagub Cegah Gratifikasi Dari Isteri ASN Pemprov

Foto kegiatan Pembinaan Mental dan Budaya Kerja Aparatur, bersama Wakil gubernur Sulut dan TP PKK Sulut. (ist).

Manado, detikawanua.com - Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengajak isteri ASN dan pejabat di lingkup Pemprov Sulut untuk menangkal terjadinya gratifikasi. Ajakan ini disampaikan orang nomor dua Sulut itu saat membuka kegiatan Pembinaan Mental dan Budaya Kerja Aparatur, di ruang CJ Rantung Kantor Gubernur, Selasa (14/06) siang tadi.

Kegiatan yang mengangkat tema 'Peran Isteri dalam meningkatkan Kinerja ASN di Pemprov Sulut digelar Biro Organisasi Setdaprov Sulut bekerja sama dengan TP-PKK Sulut itu pula oleh Wagub mengatakan ibu-ibu sebagai isteri ASN idealnya menjadi penangkal awal dari tindakan-tindakan yang dapat merugikan keluarga, misalnya gratifikasi.

"Isteri ASN harus Open Minded, paling tidak memahami tupoksi dari seorang suami, bukan mengatur, karena tidak jarang dalam pengambilan keputusan di Kantor dapat dipengaruhi oleh kepentingan pribadi dari seorang istri, ini tidak boleh terjadi," tegas mantan Ketua Deprov Sulut itu.

"Seorang ASN ibarat mobil ada satu kesatuan kerja dari masing-masing bagian, demikian dengan seorang ASN dibutuhkan satu kesatuan dari keluarga untuk menunjang kinerja dari seorang ASN, apalagi jika ASN itu Pejabat Struktural. Ada ungkapan No Body's Perfect, namun bagi ASN harus ada ikhtiar untuk menjadi sempurna, bagaimana menjadi sempurna yang paling objektif di antaranya melalui masukan dari seorang Istri," ujar Kandouw.

Ketua Tim Penggerak PKK Sulut, ibu Ritha Maya Dondokambey Tamuntuan mengatakan seorang isteri ASN harus mampu memposisikan diri sebagai pendamping suami dan mampu mendukung suami dalam menjalankan tugas sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat. Isteri ASN dituntut harus mengetahui arti pola kepemimpinan yang baik, baik itu kepemimpinan secara formal maupun kepemimpinan secara Informal. 

"Sehingga para isteri ASN dapat memposisikan diri dalam pergaulan sehari-hari dimasyarakat, termasuk pergaulan dalam organisasi intansi yang sedang diduduki oleh suami. Untuk menunjang kinerja para pelaksana birokrasi tersebut, maka isteri sebagai pendamping suami hendaknya dapat terus membekali diri dengan ilmu pengetahuan serta keterampilan yang dapat berfungsi dalam memperlancar tugas-tugas suami yang setiap hari semakin berat, dan menuntut kesiapan dan dukungan dari kelurga," terang First Lady Sulut ini.

Sementara Wakil Ketua TP PKK Sulut, Kartika Devi Kandouw Tanos mengingatkan agar isteri ASN sepatutnya hidup sesuai dengan standart hidup masing-masing, bukan menurut standart hidup orang lain, karena kemampuan keuangan setiap keluarga berbeda-beda. "Hal ini juga dapat mencegah agar ASN tidak melakukan korupsi," tandas isteri dari Wagub Sulut ini.

Karo Orgnisasi Setdaprov Sulut, Farly Kotambunan melaporkan, maksud dilaksanakannya kegiatan ini sebagai wadah komunikasi bagi istri ASN dalam mendukung berbagai kebijakan pembangunan guna menghasilkan kinerja yang maksimal, dan untuk hasil yang diharapkan untuk mendukung pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat melalui kebijakan program dan kegiatan strategis. (hms-ps/dkc).

Rep/Editor: IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 14 Juni 2016 ,

0 komentar for "Bersama TP-PKK Sulut, Wagub Cegah Gratifikasi Dari Isteri ASN Pemprov"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional