Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Aksi GMKI Berujung Bentrok, Hari Lahir Pancasila Ternodai Darah Mahasiswa

Tiga Mahasiswa GMKI Cabang Manado yang menjadi korban pemukulan oknum kepolisian. 

Manado, detiKawanua.com - Aksi damai Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Manado di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, Rabu (01/06) tadi, berakhir bentrok.

Hal tersebut disebabkan karena salah satu oknum kepolisian secara tiba-tiba memukul Ketua GMKI cabang Manado, Heskia Sembel, yang pada waktu itu sedang bercakap-cakap dengan rekan-rekannya seusai menggelar aksi di dalam Kantor DPRD Kota Manado, tepatnya di Ruang Rapat Paripurna.

Melihat Heskia Sembel dipukuli, para mahasiswa langsung meneriaki para Polisi dan mempertanyakan alasan kenapa Ketua mereka dipukuli dengan cara yang tidak manusiawi. Namun naas, bukannya mendapat jawaban yang sepantasnya, mereka malah ikut dipukuli dengan sejumlah alat yang pada waktu itu dibawa oleh aparat keamanan tersebut. Pada saat itulah saling pukul antara polisi dan mahasiswa tak luput dari pandangan sejumlah pewarta yang sedang meliput.

"Kami diserang secara tiba-tiba dengan cara yang membabi-buta dan tidak manusiawi. Kami tidak terima perlakuan ini. Kami menggelar aksi di Lembaga terhormat DPRD Kota Manado, tapi kami diperlakukan tidak dengan cara terhormat sebagaimana nama yang dilekatkan pada setiap Lembaga Dewan di Negeri ini," tutur Pravas, satu dari sejumlah korban pemukulan kepada detiKawanua.com.

Lihat berita sebelumnya: GMKI Gelar Aksi Damai di Kantor DPRD Kota Manado

Terpisah, Ketua Bidang Organisasi GMKI cabang Manado, Bryan Wagey, menuturkan, mereka akan mengambil langkah hukum terkait pemukulan yang dianggapnya tidak sepatutnya dilakukan oleh aparatur sipil negara kepada para mahasiswa.

"Perlu diketahui, kami bukanlah musuh negara yang harus diperlakukan dengan tindakan anarki. Kami tidak terima diperlakukan seperti ini. Untuk itu, kami akan mengambil langkah hukum," tuturnya sembari mengatakan bahwa mereka akan menggelar aksi lebih besar lagi, khususnya aksi terkait pemukulan.

Ditambahkannya, Hari Lahir (Harla) Pancasila telah dinodai dengan darah mahasiswa karena aksi biadap para oknum kepolisian kepada para generasi bangsa (mahasiswa). Sehingga, Dirinya mengimbau kepada seluruh kader GMKI untuk turun ke jalan.

"Aksi ini sengaja kami buat untuk meperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada hari ini, 1 Juni. Tapi, peringatan ini telah dinodai dengan darah kami. Saya mengajak kepada semua kader GMKI untuk turun ke jalan, entah esok atau pun beberap hari kedepan," tandasanya dengan nada tinggi.

Hingga berita ini diturunkan, belum dapat dipastikan berapa jumlah mahasiswa yang menjadi korban akibat bentrokan ini. Sementara itu, terpantau detiKawanua.com, sejumlah korban mengalami luka-luka memar di sekujur tubuh dan saat ini sedang dirawat guna mendapatkan hasil visum dari Tim Medis.

(v1c)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 01 Juni 2016 , ,

0 komentar for "Aksi GMKI Berujung Bentrok, Hari Lahir Pancasila Ternodai Darah Mahasiswa"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional