Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Warga Melanggar Perda, Pemkot Manado Dinilai Tak Tegas

Anggota DPRD Kota Manado, Reynaldo Heydemans. Ist

Manado, detiKawanua.com - Pemerintah Kota Manado melalui Balai Lingkungan Hidup (BLH), nampaknya tidak tegas bagi setiap warga yang melanggar Peraturan Daerah (Perda), khususnya pelanggar Perda mengenai Lingkungan Hidup No. 19 tahun 2002.

Buktinya, oknum penebang pohon pada beberapa waktu lalu yang disinyalir adalah pemilik Gudang Toko Besi Mega Buana yang bertempat di Kelurahan Tuminting, Lingkungan III, Kecamatan Tuminting, tak diberikan sangsi sebagaimana yang telah diatur dalam Perda Lingkungan Hidup tersebut di atas.

Parahnya, selain tidak ada langkah tegas terkait perbuatan tak terpuji ini, pohon yang ditebang berjumlah 11 pohon, oleh BLH, pihak kelurahan Tuminting diharuskan menanam kembali pohon tersebut, dan bukan oknum penebang yang diketahui bernama Ko' Apong.

"Si penebang hanya kami beri teguran. Karena, pohon yang ditebang masih kecil. Kalau ntuk memberikan sangsi, kami juga harus melihat usia pohon yang ditebang. Dan setelah kami tinjau di lokasi kejadian, ternyata pohon yang ditebang masih kecil dan masih bisa ditanam kembali oleh pihak Kelurahan," kata Kabid Wasdal beberapa waktu lalu.

Dengan tidak adanya pemberlakuan Perda terhadap oknum tersebut, mendapat kecaman dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, Reynaldo Heydemans. Menurut politisi Golkar ini, Pemkot melalui BLH jangan pilih kasih apabila ada warganya yang melanggar Perda.

"Jangan sampai pemerintah kota pilih kasih dalam hal penegakan hukum. Jika ada yang melanggar, entah Ia kaya atu miskin, harus ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Legislator yang duduk di Komisi C ini kepada detiKawanua.com.

Diketahui bahwa yang menebang pohon adalah seorang pengusaha, ditambahkan Heydemans, jika tidak ada langkah tegas dari Pemkot maka akan menimbulkan stigma buruk di tengah warga yang tingkat ekonominya menengah ke bawah.

"Bisa dibayangkan yang melanggar Perda adalah orang berduit dan yang mentaati Perda adalah mereka yang tingkat ekonominya menengah ke bawah. Ini kan lucu jika tidak ada penindakan ataupun pemberian sangsi sebagaimana yang telah diatur dalam Perda," tambahnya.

Lebih jauh Heydemans menjelaskan, ini dilakukan agar supaya tidak ada yang dikhususkan ketika mengacu pada Perda.

Sekedar diketahui, Perda No. 19 tahun 2002 tentang Lingkungan Hidup, khususnya mengenai perpohonan, menjelaskan bahwa pelanggarnya dikenakan denda sebesar-besarnya lima juta rupiah. Dan pabila yang ditebang lebih dari satu, maka dendanya dihitung sesuai jumlah pohon yang ditebang.

(v1c)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 02 Mei 2016 , ,

0 komentar for "Warga Melanggar Perda, Pemkot Manado Dinilai Tak Tegas"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional