Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

PHK di Sulut Meningkat, Disnakertrans Tidak Berandil

Tatap muka antara Komisi IV dan puluhan buruh yang di PHK
 Manado, detiKawanua.com - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa prosedur antara tenaga kerja dengan pihak perusahaan dan diskriminasi pekerja di Sulawesi Utara (Sulut) terus meningkat, namun sayangnya lembaga pemerintah yang berhubungan dengan hal itu, dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan dan Trasmigrasi (Disnakertrans) baik di Kabupaten/Kota maupun provinsi seakan tidak berandil untuk melakukan mediasi. Hal ini terbukti setelah puluhan buru yang di PHK mendatangi DPRD Sulut dan menyampaikan keluhan guna mendapat pengawalan atas apa yang mereka alami.

Sejumlah perusaan yang diduga telah melakukan pelanggar atas hak-hak buruh antara lain, PT.Sipam, PT.Fajar Lestari Abadi, dan PT.Citra Land serta PT.Prima Rajawali. Dalam kesempatan itu salah satu korban yang bekerja sebagai karyawan di PT.Fajar Lestari dalam keterangannya, menjelaskan bahwa setelah di PHK dengan tuduhan telah melakukan penggelapan dan pencurian sejumlah barang milik perusahaan tersebut, korban juga tidak diberikan gaji pesangon.

"Berjumlah 8 orang karyawan dilaporkan ke polisi dan langsung ditahan selama 4 minggu tanpa ada surat perintah penangkapan (SPP) dan bukti-bukti atas tuduhan tersebut. Setelah menjalani pemeriksaan ternyata itu semua tidak terbukti dan saya langsung dibebaskan, namun saya tidak diberikan gaji selama satu bulan sebelum saya ditahan,"kata korban melalui kuasa hukumnya Persih Lontoh, Rabu (25/05).

Kejadia tersebut menurut korban telah diajukan ke Disnakertrans Kota Manado untuk ditindaklanjut, hanya saja impian agar terselesaikannya kasus itu hanya menjadi harapan dan tidak perna membuahkan hasil.

"Sebelemnya kami sudah laporkan ke Disnaker namun sampai saat ini tidak ada penyelesaian. Katanya masih dalam proses, hanya itu respon dari pihak Disnaker setiap kami datangi dan menanyakan kasusu ini,"tambah pihak korban.

"Karena ini sudah cukuo berlarut-larut maka kami langsung ke DPRD provinsi agar kiranya dapat membantu kami menuntaskan masah ini,"pintahnya lagi dengan penuh harapan.

Parahnya, Disnakertrans Manado tidak menghadiri pertemuan antara Komisi IV dan pihak korban padahal, sekertaris DPRD Sulut telah berikan surat panggilan untuk agenda pertemuan ini.

"Kami sudah mengundang Disnaker namun, pada kesempatan ini tidak ada satupun perwakilan dari Disnaker yang hadir. Intinya kami sudah menerima masukan dari korban dan kami akan berusaha semaksimalmungkin untuk menuntaskan persoalan ini,"kata Komisi IV Jems Karinda ketika memimpin rapat dan didampingi beberapa anggota Komisi IV.(Aldi)

Di Postkan Oleh Adhy Kambose | Kamis, 26 Mei 2016 , ,

0 komentar for "PHK di Sulut Meningkat, Disnakertrans Tidak Berandil"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional