Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Penyaluraan Dandes, Gubernur Ingatkan Soal Laporan Harus Transparan

Gubernur bersama Wagub Sulut didampingi Bupati dan Wabup Minsel saat pembukaan Rakorev Dandes di Sutan Raja Amurang Minsel. (Ist)

Manado, detikawanua.com - Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dalam sambutan kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Dana Desa (Dandes) Provinsi Sulut triwulan II tahun 2016 di Hotel Sutan Raja Amurang, Minahasa Selatan (Minsel), mengingatkan agar penggunaan Dandes harus melalui pelaporan terbuka dan transparan demi meningkatkan prekomomian masyarakatnya.‬

‪"Harapan kita kepada para kepala desa untuk transparans dan terbuka terhadap laporan penggunaan dana desa yang bersumber dari APBN itu agar lebih akuntabel serta dapat dipertanggung jawabkan disertai bukti-bukti pembelanjaannya," kata Gubernur yang didampingi Wagub Sulut Steven Kandouw, Bupati Minsel Tetty Paruntu bersama Wabup Minsel Franky Wongkar.‬

‪Dikatakannya penggunaan Dandes juga harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari proses perencanaan pembangunan desa dan tertib anggaran.‬ ‪"Pemerintah membantu desa dengan menyediakan aplikasi dan asistensi dari BPKP agar pelaporan keuangan desa seusai standard akuntansi," tegasnya.

Sementara dari laporan yang disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi Sulut, Mohamad R Mokoginta mengungkapkan untuk penyaluran Dandes tahap pertama segera disalurkan.

"Untuk provinsi Sulut dana desa tahun 2016/berjumlah Rp 860.602.791, di mana setiap desa di 11 kabupaten akan mendapatkan Rp 565 640 000, sedangkan desa di Kota Kotamobagua lebih banyak, yakni sebesar Rp 750 juta hingga Rp 900 Juta.‬dan sudah mulai disalurkan yakni untuk tahap pertama sebesar 60 persen. Jumlah yang sudah disalurkan dan telah berada di kas daerah (kabupaten/kota) hingga saat ini yaitu sebesar Rp 424.388.610.000," ujar Mokoginta.

‪Dimana hingga saat ini tercatat baru tiga Kabupaten/Kota yang menyalurkan ke kas desa, yakni, Minsel 70 desa senilai Rp 24.851.400.000, Kotamobagu 4 desa sebesar Rp 1.991.627.400 dan Bolsel 7 desa sebesar Rp 29.064.528.000.‬

‪"Pencairan Dandes mengalami keterlambatan. Awalnya pihak Kemendes PDTT menargetkan bisa mencairkan dana pada pertengahan Maret, namun kemudian diundur. Lambannya pencairan Dandes tersebut karena terkendala aturan yakni revisi Peraturan Pemerintah 22/2015," ungkapnya.

‪Adapun menurutnya peraturan pemerintah tersebut berfokus pada jumlah tahapan dana desa, yang sebelumnya tiga tahapan menjadi dua tahapan. Dengan demikian diharapkan penyerapan dana desa bisa maksimal.‬

‪"Jika pada 2015 penyaluran dana desa dilakukan tiga tahap yakni April (40 persen), Agustus (40 persen) dan Oktober (20 persen). Maka penyaluran dana desa pada tahun ini hanya dua kali yakni April (60 persen) dan Agustus (40 persen). Hal itu dilakukan agar penyerapan anggaran tersebut lebih optimal lagi," tandas Mokoginta. 

Rep/Editor: Isjo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 10 Mei 2016 , , ,

0 komentar for "Penyaluraan Dandes, Gubernur Ingatkan Soal Laporan Harus Transparan"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional