Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Mewengkang : Profit Bank SulutGo Menurun Drastis Tanpa Alasan Jelas

Ketua Komisi I Ferdinand Mewengkang
Ketua Komisi I Ferdinand Mewengkang.

Manado, detiKawanua.com - Eksistensi Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) terus dipertanyakan. Nada 'gugatan' pun dilemparkan dari  dalam Gedung DPRD Sulut. Cibiran para wakil rakyat menyenggol grafik menurun yang diperlihatkan bank kebanggan daerah Nyiur Melambai itu, beberapa tahun belakangan ini.

Kehadiran Bank SulutGo dinilai tidak memberikan dampak bagi masyarakat luas, terlebih deviden (pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki).Hal tersebut terungkap dalam isi rekomendasi hasil akhir Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur tahun 2015 yang dibacakan Ketua Panitia Khusus (Pansus), Ferdinand Mewengkang dalam Rapat Paripurna penetapan belum lama ini.

Pansus berkesimpulan bahwa selama ini,  penyertaan modal ke Bank SulutGo tidak memberikan timbal balik yang sepadan untuk mensejahterakan dan memajukan masyarakat Sulut. Dalam tiga tahun terakhir terjadi penurunan profit. Di tahun 2015 hanya sebesar Rp 126 miliar.

“Alasan penurunan profit tidak dapat diterima oleh Pansus DPRD. Manajemen Bank Sulutgo tidak koorperatif dengan pansus DPRD, mengenai komitmen penyerahan dokumen yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank Sulutgo,” kata Mewengkang mengurai rekomendasi Pansus DPRD Sulut tersebut.

Lanjutnya, dari penilaian tersenbut maka Pansus meminta agar meninjau kembali para pemangku jabatan di Bank plat merah itu. “Oleh karena itu Pansus meminta kepada pemegang saham segera melakukan evaluasi kinerja dari Direktur Bank Sulutgo,” tutupnya. (Aldi)

Di Postkan Oleh Adhy Kambose | Minggu, 08 Mei 2016 , ,

0 komentar for "Mewengkang : Profit Bank SulutGo Menurun Drastis Tanpa Alasan Jelas"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional