Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Manado Belum Pantas Dikatakan "Smart City," Jika? Ini Penjelasan Parasan

Anggota DPRD Kota Manado, Benny Parasan. /Ist

Manado, detiKawanua.com - Kota Manado nampaknya belum pantas dikatakan sebagai "Smart City" atau Kota Pintar, jika tidak ada hubungan dialektis antara pemerintah dan warga yang dipimpin.

Hal ini dikatakan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, Benny Parasan. Menurut Politisi Gerindra tersebut, hubungan dialektis antara pemerintah dan warga yang dipimpin sangat diperlukan. Karena, hubungan dialektis yang dimaksudkan sebagai hasil interaksi antar keduanya, bertujuan untuk mewujudkan Kota Pintar sebagaimana yang dicanangkan--diinginkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Manado yang baru saja terpilih.

"Salah satu contoh yang harus diperhatikan oleh pemerintah yakni terkait pemberantasan kemiskinan, yang hingga kini belum juga terselesaikan dengan baik. Jika Kota Manado ingin dikatakan sebagai Kota Pintar, maka pemerintah jangan hanya terpaku pada program-program yang lebih menguntungkan para pengusaha besar yang berinvestasi di Kota Manado, tapi tidak memperhatikan warganya yang sedang melarat karena dirundung kemiskinan," kata Parasan saat diwawancarai detiKawanua.com, Rabu (25/05) tadi.

Ditambahkan Legislator yang telah menduduki kursi wakil rakyat di DPRD Kota Manado sebanyak dua periode ini, salah satu solusi yang harus dijadikan sebagai alternatif, yakni pemerintah harus membuat suatu program yang pro terhadap usaha para warga. Terlebih, memberikan bantuan jika memang mereka memerlukannya.

"Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Manado hampir satu koma delapan triliun per tahun (Rp1,8 triliun/tahun). Setidaknya, sebagian dari pendapatan tersebut, bisa alokasikan ke warga melalui koperasi yang dipercayakan oleh pemerintah. Jadi, apabila ada warga yang ingin mengembangkan usahanya, maka pemerintah bisa pinjamkan ke mereka sesuai dengan kebutuhan yang mereka perlukan. Dan itu, dilakukan secara bergiliran. Artinya, mereka yang telah merasa bahwa usahanya telah berkembang, selang beberapa bulan yang telah ditentukan, maka dananya dipindah tangankan kepada yang lain, yang ingin usahanya juga berkembang" tambah Parasan yang bergelar Doktor ini.

Parasan pun menjelaskan bahwa, hal-hal tersebut di atas sangat penting dilakukan agar supaya ada sinergitas antara program cerdas Walikota-Wakil Walikota Manado dan juga apa yang diinginkan para warga, sembari mengingatkan bahwa pemerintah juga harus memperhatikan keamanan setiap lingkungan yang ada di Kota Manado.

"Selain itu, pemerintah juga harus memperhatikan keamanan lingkungan. Karena, jangan sampai yang dikatakan pintar itu hanya para pejabatnya, tapi para warganya tidak," jelas Parasan.

Di akhir wawancara, Parasan pun mengimbau agar supaya semua elemen ikut terlibat dalam hal mengamankan Kota Manado dari pelaku-pelaku tindak kriminal.

(v1c)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 25 Mei 2016 ,

0 komentar for "Manado Belum Pantas Dikatakan "Smart City," Jika? Ini Penjelasan Parasan"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional