Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Kekerasan PA Meningkat, Ini Langkah Strategis Pemprov Sulut

Kepala BP3A Sulut, Erny B Tumundo.

Manado, detikawanua.com - Menjadi isu nasional soal pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak (PA) di Sulut nampaknya dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga, pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut pun 'dipaksa' mengambil sejumlah kebijakan dan langkah strategis guna menekan dan mecegah terjadi kembali segala bentuk kekerasan dan pelecehan terhadap PA di Sulut.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Sulut, Erny B Tumundo membenarkan adanya kejadian/kasus kekerasan terhadap PA yang beberapa bulan terakhir di tahun 2016 ini marak terjadi di Sulut, yang oleh instansinya (BP3A) pun melakukan reaksi cepat (Quick Respons) baik dari segi advokasi, pengawalan kasus, perkuat lembaga agama, pembentukan kelompok pencegahan di Desa hingga sekolah se-Sulut.

"Langkah cepat sekarang adalah mengadvokasikan dan melakukan pengawalan kasus, melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dengan fungsi sebagai tempat layanan pengaduan pelayanan-pelayanan yang terkait, pelayanan kesehatan, psikolog, bantuan hukum gratis, rehab sosial ataupun integrasi sosial," terang Tumundo, Selasa (10/05) tadi.

Untuk semua pelayanan itu menurutnya dilakukan BP3A dalam satu atap di P2TP2A, seperti halnya penanganan salah satu kasus dugaan pemerkosaan dan kekerasan sekarang seoaran anak gadis bernisial 'V' mendapat bantuan hukum dari P2TP2A yang bekerjasama dengan Ikadin Sulut untuk pendampingan advokasi.

"Strategi lainnya yang menyusul dalam waktu dekat ini adalah perlindungan terhadap PA berbasis lembaga-lembaga keagamaan yang dibentuk kelompok seperti, di Kristen masuk lewat jemaat atau wilayah dan di agama Islam lewat organisasi remaja Masjid atau pemuda dan semua ini sudah mendapat dukungan dari Kepala Kantor Agama Wilayah Sulut," ungkapnya.

Lanjut Tumundo, pada Senin kemarin pihaknya sudah melakukan diskusi bersama Ketua TP-PKK Sulut, Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan dan mendapatkan respon dukungan untuk tim dari BP3A masuk hingga kedalam kelompok-kelompok Dasawisama Kelurahan/Desa yang ada di Kabupaten Kota se-Sulut.

"Melalui Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulut juga sudah bersepakat membentuk kelompok-kelompok sahabat anak di sekolah-sekolah dengan maksud tujuan agar keterlibatan parsitipasi langsung dari anak dengan perkembangan dilingkungan sekolahnya. Untuk sementara difokuskan untuk SMP dan SMA dulu," ujarnya.

Sebelumnya juga melalui Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan kabar langsung dari Menko PMK, dimana dalam menindaklanjuti kasus yang terjadi terhadap perempuan berinisial 'V' yang diduga diperkosa di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan Provinsi Gorontalo itu akan dikomunikasikan dengan pihak Kepolisian daerah (Polda) Sulut.

"Nanti akan ada rapat dengan Pak Kapolda. Selain itu akan dikunjungi langsung korbannya," kata Gubernur.

Untuk tindakan penanganan antisipasi terhadap kasus-kasus serupa menurut Gubernur, Pemprov akan melakukan giat sosialisasi terhadap Kabupaten Kota dan selanjutnya bagi kaum perempuan harus menjaga diri baik-baik. "Kalau mau keluar malam, alangkah baiknya jangan sendirian," imbaunya.

Diketahui laporan data kekerasan PA yang ada di BP3A mengalami peningkatan diantaranya, sejak tahun 2014 berjumlah 345 kasus, tahun 2015 naik menjadi 396 kasus. Untuk KDRT didalamnya ada PA dari tahun 2013, 2014, meningkat dan 2015 terdapat 412 kasus, sementara yang ditangani P2TP2A sejak bulan Januari hingga April 2016 ini sudah ada 53 kasus dan yang tertinggi itu adalah kasus terhadap anak baik kekerasan seksual, traficking, psikis/fisik dan penelantaran. 

Rep/Editor: Isjo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 10 Mei 2016 ,

0 komentar for "Kekerasan PA Meningkat, Ini Langkah Strategis Pemprov Sulut"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional