Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

JPPR dan KIPP Sulut Ingatkan Timsel Panwaslu Jangan 'Masuk Angin'

Ketua JPPR bersama Ketua KIPP Sulut berdiskusi dengan sejumlah anggotanya.

Manado, detikawanua.com - Memasuki tahapan Pilkada di dua Kabupaten di Provinsi Sulut yakni, Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Sangihe, melalui Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) dan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sulut mempunyai 'catatan khusus' agar kiranya tim seleksi (Timsel) yang sekarang ini sedang melakukan seleksi perekrutan Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk bertugas sesuai tupoksi dan berintregritas.

"Kami berharap seleksi Panwaslu di Kabupaten Bolmong dan Sangihe tidak mendapat intervensi dan tendensi dari pihak manapun. Jangan sampai, demokrasi dalam Pilkada serentak tahap dua ini dirusak karena sarat kepentingan politik maupun kepentingan para calon terutama incumben yang ingin maju bertarung kembali," tegas Ketua JPPR Sulu, Moch Syahrul HS, melalui rilis media yang dikirimkan via WhatsApp, Jumat (13/05) malam ini.

Lanjut Sahrul (sapaan akrab ketua JPPR Sulut, red), pihaknya akan mengawal ekstra ketat proses seleksi Panwaslu yang berlangsung, agar secara bersama kita menjaga perhelatan demokrasi di Pilkada serentak tahap dua nantinya digelar 2017 mendatang.

"Berkaca dalam Pilkada serentak sebelumnya yang telah digelar, maka penting seleksi Panwaslu kali itu harus melahirkan pimpinan Panwaslu yang berintegritas dan berkualitas," katanya.

Senada dikatakan Ketua KIPP Sulut Baharudin Pitajaly. Dirinya mengungkapkan, penyelenggara pemilu, terlebih khusus Panwaslu, merupakan salah satu pilar penting penyelenggara pemilu. Oleh karena itu, proses seleksi Panwas ini sangat menentukan nasib pilkada yang berkualitas, sehingga dapat menciptakan pemimpin daerah yang berkualitas pula.

"Banyak permasalahan yang perlu diseruisi pengawas pemilihan dalam pilkada ke depan, di antaranya adalah persoalan pemutakhiran Daftar Pemilih (DP) yang selalu menjadi masalah dalam setiap Pilkada. Belum lagi tingginya potensi money politic, serta keterlibatan para ASN dalam berkampanye," katanya.

Menurutnya, Panwas Kabupaten/Kota itu harus diberi mandat untuk menyelesaikan sengketa pencalonan, sehingga dibutuhkan pimpinan panwas yang benar-benar netral dan independen.

"KIPP di Kabupaten Bolmong dan Kepulauan Sangihe sudah kami bentuk secara profesional, dan tinggal persiapan pematangan pelatihan pengawalan dalam proses Pilkada," ungkap Baharudin. 

Rep/Editor: Isjo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 13 Mei 2016 ,

0 komentar for "JPPR dan KIPP Sulut Ingatkan Timsel Panwaslu Jangan 'Masuk Angin'"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional