Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Giliran Legislator Manado Semprot Bapedda?

kantor walikota manado
Kantor Walikota Manado. (Ist)
Manado, detiKawanua.com - Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Kamis kemarin, 'terus dipolemikkan'. Pasalnya, sejumlah wartawan yang kesehariannya meliput dilingkungan Pemkot Manado, harus menahan amarah, sebab haknya untuk mendapatkan informasi 'Dikebiri' pada Rakorev tersebut.
Bagamana tidak, peliputan agenda Rakorev tersebut, hanya dikhususkan kepada segelentir wartawan yang memiliki ID Pers Khusus, sementara bagi yang tidak memiliki ID dihalang-halangin oleh SatPol Pap. Akibatnya, hal inipun menggelitik Legislator DPR Kota Manado, Lineke Kotambunan.
Sekretaris Komisi C DPRD Manado inipun sangat menyesali adanya aturan yang justru akan mengekang hak jurnalistik dalam peliputan di wilayah Pemkot.
“Wartawan kan sudah di bekali dengan kartu Pers, kenapa harus ada lagi kartu paliputan untuk kegiatan. Pihak Bappeda selaku penyelenggara Rakorev harusnya tidak perlu lagi menerbitkan segala macam kartu lainnya. Ini nantinya akan memperburuk citra pemerintah di mata para jurnalis,” semprotnya, Jum’at (13/05) pagi tadi.
Bahkan, Kotambunan mempertanyakan kredibilitas seorang Kepala Bappeda dalam mengambil keputusan yang justru menyinggung profesi para wartawan. Harusnya, kata dia, Kaban lebih arif dan bijaksana dalam mengeluarkan sebuah kebijakan.
“Pak Bartje Assa setahu saya orangnya jenius dan pintar. Mana mungkin dalam keputusannya sudah mengundang polemik dengan wartawan.Dikhawatirkan akan menjadi resistensi bagi dirinya selaku pimpinan,”ungkap Srikandi dari Partai Gerindra ini.
Tak hanya Kotambunan, Anggota Komisi B, Benny Parasan pun mengkritisi keras adanya sikap dari Bappeda selaku panitia pembuat kegiatan Rakorev selama ini. Baginya dengan adanya aturan pembatasan peserta melalui kehadiran kartu peliputan justru menimbulkan kecurigaan.
“Jangan-jangan ada konspirasi didalam pelaksanaan Rakorev. Kegiatan seperti inikan terbuka untuk umum, termasuk para wartawan yang hendak melakukan tugas peliputan. Jelas terkesan menutup-nutupi permasalahan yang ada,” tegas Parasan.
Parasan juga mengatakan kebijakan apa pun yang keluar dari pemerintah harusnya mempertimbangkan sisi positif dan negatifnya. Apalagi berdampak merugikan secara sepihak, termasuk informasi kegiatan yang nantinnya akan menjadi konsumsi pemberitaan para wartawan.
“Rakorev kan kegiatan rutin pemerintah dan pengalaman sebelumnya terbuka untuk umum.Artinya wartawan boleh memberitakan hasil dari evaluasi kegiatan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selama ini.Jika kemudian timbul gerakan tambahan harus memiliki kartu peliputan baru bisa menghadirinya,ada apa sebenarnya,” tutupnya. (*/Shy)

Di Postkan Oleh Adhy Kambose | Jumat, 13 Mei 2016 ,

0 komentar for "Giliran Legislator Manado Semprot Bapedda?"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional