Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Cegah Ehabond dan Obat Bebas Disalah Gunakan, BNN Ambil Reaksi Cepat

Kepala BNN Sulut, Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto.

Manado, detikawanua.com - Darurat penggunaan atau pemakaian bahan yang mengandung zat adektif seperti lem Ehabond juga obat yang diistilahkan 'obat-obatan bebas, yang disalahgunakan' di Provinsi Sulut, membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut harus ekstra ketat dan cepat dalam tindakan antisipasi yang salah satunya telah menyurati Gubernur Sulut, Olly Dondokambey untuk bisa mengeluarkan instruksi kepada jajaranya hingga Kabupaten Kota untuk mendorong melakukan tindakan gerakan pemantauan dan himbauan terhadap peredaran Ehabond didaerah masing-masing.

"Termasuk bagi para pedagang agar tidak menjual bebas Ehabond kepada pembeli dibawah umur termasuk orang tua yang tidak jelas penggunaannya untuk apa,"terang Kepala BNN Sulut, Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto, ketika melakukan konprensi pers bersama wartawan Pemprov Sulut di rumah kopi Billy (RKB) Manado, Rabu (25/5) sore ini.

Dirinya bersama tim BNN Sulut sebelumnya pada siang tadi sudah melakukan rapat bersama yang dibuka oleh Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulut dan dihadiri peserta dari Kabupaten Kota dan dinas terkait seperti, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, dan Balai POM itu menurutnya telah membahas secara detail dan mencari solusi bersama.

"Mengeluarkan rekomendasi kepada Kabupaten Kota dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) soal pengawasan terhadap beredarnya Ehabond dan obat-obatan, khususnya terhadap tingkatan anak,"terangnya.

Dimana selain itu pihaknya (BNN Sulut,red) juga akan melakukan penelitian terhadap peredaran dan berapa kebutuhan pengunaan lem Ehabon bagi perusahan mebel pembuat Furniture, tas dan sepatu hingga obat-obatan umum bebas di Sulut.

"Jangan ada kelebihan kebutuhan pengguna di daerah, jangan hanya dibutuhkan 50 Ehabond tapi oleh perusahaan dikirimnya 100 lem. Nah itu yang harus diawasi. Jadi himbauan itu juga disampaikan lewat lembaga masjid, gereja dan wihara hingga peredaran atau penjualan bebas di kaki lima itu juga harus dipantau,"ujar Sumirat.

Rep/Editor: Isjo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 25 Mei 2016 , ,

0 komentar for "Cegah Ehabond dan Obat Bebas Disalah Gunakan, BNN Ambil Reaksi Cepat"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional