Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Bebas Visa ke Sulut, SDM Asing 'Ancam' Tenaga Kerja Sulut ?

Ilustrasi tenaga kerja Indonesia. (Ist)

Jakarta, detikawanua.com - Sinyal persaingan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dibidang tenaga kerja (Naker) di wilayah Indonesia dengan asing (luar) yang akan masuk ke Indonesia yang tidak menutup kemungkinan pula di Provinsi Sulut yang sudah diberlakukannya wilayah bebas visa, kedepan akan menghadapi sinyal tersebut.

Melalui Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M Hanif Dhakiri mengatakan, pekerja asing yang masuk ke Indonesia banyak yang tidak menggunakan visa bekerja, namun hanya menggunakan visa wisata atau bebas visa.‬

‪"Oleh karena itu, apabila ditemukan masalah orang asing yang bekerja (pekerja asing) di lapangan, maka ada dua aspek yang perlu dipahami, yaitu aspek perizinan dan aspek pelaksanaan izin di lapangan," ungkap Hanif, seperti yang dikutip Berita Satu, Jumat akhir pekan lalu.

‪Hanif menjelaskan, soal perizinan mencakup izin tinggal yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, sementara izin kerja atas nama perusahaan pengguna tenaga kerja asing (TKA) dikeluarkan oleh Direktorat Pengendalian Penggunaan TKA Kementerian Ketenagakerjaan.‬

‪"Izin kerja atas nama perusahaan itu disebut izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA). Sedangkan izin tinggal disebut izin tinggal terbatas (ITAS) atau izin tinggal tetap (ITAP)," katanya.‬

‪Dirinya menghimbau jika ditemukan masalah pekerja asing di lapangan, maka diminta untuk lakukan pengecekan atas izin mereka. "Harus dicek dua poin di atas, yaitu apakah yang bersangkutan punya izin tinggal dan izin kerja, atau di lapangan ditemukan pelanggaran terhadap penggunaan kedua izin tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala kantor Imigrasi kelas I Manado Monantu Rengkung usai menemui Gubernur Sulut Olly Dondokambey, pada Maret lalu, sudah membahas dan memberitahukan kepada Gubernur soal Keputusan Presiden nomor 21 tahun 2016 telah keluar terhadap 169 negara untuk masuk imigrasi laut, darat dan udara untuk bebas visa yang melalui Dirjen imigrasi, sudah keluarkan surat 22 Maret.

"Pemberitahuan ini sudah kami sampaikan kepada pak Gubernur Sulut sebagai tindak lanjut masuknya para wisatawan ke wilayah Sulut," terangnya.

Menurutnya, 169 negara yang sudah bebas visa itu sudah termasuk negara-negara Asia Tenggara. "Jadi biasanya, para wisatawan dari luar harus membayar 35 US Dolar. Kini sudah tidak lagi,"ungkapnya.

Diketahui di Indonesia dengan bertambahnya Provinsi Sulut, berarti Bebas Visa ke Sulut, SDM Asing 'Ancam' Tenaga Kerja Sulut ? Untuk sekarang ini sudah ada 6 provinsi yang masuk kategori bebas visa. (bs/dkc) 

Rep/Editor: Isjo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 01 Mei 2016 ,

0 komentar for "Bebas Visa ke Sulut, SDM Asing 'Ancam' Tenaga Kerja Sulut ?"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional