Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

500 Personil PPRC TNI 'Pasang Badan' Bebaskan 7 WNI di Filipina

Pasukan elit TNI tim PPRC. (Ist)

Nasional, detikawanua.com - Sekitar 500 personil Tim Gabungan Tiga Matra TNI pasukan elit yakni, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara yang menjadi satu dalam Pasukan Pukul Reaksi Cepat (PPRC) hingga Sabtu (2/4) tadi, stanby di Kota Tarakan Kalimantan, demi melakukan latihan khusus tugas elit dan siap siaga ketika sewaktu-waktu dibutuhkan negara dalam keadaan genting termasuk tugas pembebasan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang 3 diantaranya merupakan warga Sulawesi Utara (Sulut) yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf di Filipina.

Panglima komnado operasi latihan pasukan elit di Tarakan, Letnan Jenderal Edy Rahmayadi menegaskan seluruh kekuatan pasukan PPRC yang berada di Kota Tarakan siap menerima perintah melumpuhkan atau menghancurkan musuh.

"PPRC apabila diperlukan ke sana (Filipina) sudah siap dan kami legal untuk boleh ke sana. PPRC akan berangkat untuk ke sana, dengan syarat sudah tahu tugasnya apa, kepada siapa? dan di mana lokasinya," kata Edy yang juga Panglima Kostrad.
Dikatakannya ‪memang pada pekan lalu, tentara Indonesia masih belum mendapat ijin pihak Filipina untuk memasuki kawasannya dengan alasan Filipina menyatakan belum mau menerima bantuan oprasi militer pembebasan tawanan.‬

"Kami belum mengetahui kondisi dan lokasi penyanderaan, termasuk pihak penyandera. Untuk mengecek keberadaan ranahnya itu bagian dari intelejen, BAIS dan BIN, kami hanya pelaksana dan siap menunggu perintah dan yang penting saya siap, tugas saya menyiapkan (pasukan) dan eksekusi,"kata dia.‬
Ditambahkannya, hingga kini TNI masih menunggu proses diplomasi pemerintah Indonesia dengan Filipina.

"Itu sudah ada yang mengurus, pasti sudah ada (pembicaraan) diplomatik dan kegiatan pemerintah dalam rangka membicarakan, mengkoordinasikan antar negara,"jelas Edy.

Diketahui hingga Sabtu ini, waktu penyanderaan 10 WNI dari kapal Brahma 12 Indonesia di Filipina sudah masuki 10 hari. (tmp/dtkw)

Rep/Editor: Isjo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 02 April 2016 , ,

0 komentar for "500 Personil PPRC TNI 'Pasang Badan' Bebaskan 7 WNI di Filipina"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional