Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Jelang Pilhut Serentak di Minut, 3 Desa Terancam Batal

Salah satu bakal calon hukum Tua protes kepada BPMPD terkait keterlambatan pengunguman hasil seleksi tertulis. (Foto/acan)

Minut, detiKawanua.com - Tersisa waktu sepekan dalam mempersiapkan pesta demokrasi rakyat desa se-Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Minut selaku penyelenggara terus berbenah.

Tercatat sejumlah temuan masalah hingga masa 'deadline' saat ini belum juga terselesaikan, diantaranya pendaftar calon Hukum Tua di desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat hanya seorang saja atau calon tunggal.

Terkait calon tunggal di Bahoi, Kepala BPMPD Minut, Sammy Rompis SSos mengatakan masih terus membuka pendaftaran hingga 27 April besok. "Penjaringan calon terakhir besok," ujar Sammy saat ditemui di kantornya, Selasa (26/04) siang.

Sammy mengatakan apabila hingga besok tidak ada pendaftar baru, maka akan diangkat pejabat hukum tua yang ditunjuk, "Kita lihat besok jika tidak ketambahan pendaftar, maka akan ditunjuk pejabat hukum tua," katanya.

Sedangkan dua Desa lainnya, yakni Kema III dan Wori, hingga saat ini masih bermasalah dalam tahapan hasil seleksi dan sempat memicu suasana panas diantara pihak panitia dan peserta seleksi calon kumtua.

Hasil seleksi di Desa Wori diketahui sempat diprotes oleh peserta, karena pihak Tim Penilai dari akademisi Unsrat dituding tidak objektif. Hingga membuat Wakil Bupati harus turun rapat bersama panitia Pemilihan Desa Wori, namun hasil rapat tidak membuahkan hasil.

"Pertemuan dengan Wabup tidak mendapatkan hasil penyelesaian, sehingga besok panitia diundang pertemuan dengan Bupati," jelas Ketua Panitia Hukum Tua Desa Wori, Arie Ngangi via telepon seluler.

Untuk Desa Kema III, salah satu peserta, Hj. Saleha Mangkialo digugurkan dengan alasan tidak melampirkan Ijasah Asli SMP, sebab hilang diterjang banjir bandang Manado beberapa Tahun lalu.

Ketua LSM Forum Masyarakat Peduli Minahasa Utara (Forpmitra), Husen Tuahuns menyorot hal tersebut seharusnya bukan masalah sebab Mangkialo sudah memasukan surat keterangan dari sekolah.

"Sudah ada keterangan dari sekolah, namun tetap dipermasalahkan oleh calon lain, seharusnya hak konstitusi Hj. Saleha Mangkialo harus dikembalikan," tandas Tuahuns. (Rafsan Damopolii)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 26 April 2016 , ,

0 komentar for "Jelang Pilhut Serentak di Minut, 3 Desa Terancam Batal"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional