Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Insiden HAM, Revolusi Minta Bubarkan Densus 88

Taufan Putra Revolusi (tengah, pakaian batik) saat bersama dengan Bupati BolMong (kanan) dan sejumlah anggota DPRD BolMong-Sulut.

Nasional, detikawanua.com - Dinilai telah keluar dari koridor tugas dan tanggungjawab serta menyalahgunakan wewenang dan diduga sudah melanggar hak asasi mahasiswa (HAM) seperti yang marak diberitakan disejumlah media, oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melalui Ketua bidang Hikmah, Taufan Putra Revolusi meminta agar Detasemen Khusus (Densus) 88 sebagai lembaga spesialis dalam penanganan teroris di Indonesia untuk dibubarkan. saat dihubungi detikawanua.com via handphone, Senin (4/4) siang tadi.

"Negara Indonesia adalah negara hukum. maka, setiap warga negara berhak memiliki kesetaraan di mata hukum Indonesia. Jika terduga korupsi harus dibuktikan lewat pengadilan, maka terduga teroris pun harus dibuktikan kebenaranya dulu dimeja hujau"tegas Revolusi.

Dikatakannya juga pada kenyataan sejumlah dugaan kasus pelanggaran bukan hanya kasus yang terjadi belum lama ini (tewasnya Siyono,red) namun, sebelum-sebelumnya juga banyak kasus serupa.

"Yang dilakukan oleh Densus 88 menangkap dengan alasan terorisme (Siyono,red) dan meninggal. Ini sangat jelas bahwa Densus 88 telah melanggar HAM. Kami mendukung sepenuhnya langkah Muhammadiyah yang mendampingi keluarga Siyono dan mencari keadilan bagi keluarga Siyono, maka kami menuntut agar kematian Siyono harus diusut tuntas, tangkap pelakunya, dan bubarkan Densus 88 agar kasus yang sama tidak terulang lagi,"ingat salah satu putra BolMong-Sulut

Dijelaskannya lagi kenapa harus dibubarkan Densus 88, karena menurut Revolusi jelas dalam program nawacita dari pemerintah itu mengusung penegakan hukum, dan menghadirkan keberadaan negara untuk memberikan rasa aman bagil rakyat.

"Keberadaan Densus 88 kini dinilai bukan menegakkan hukum dan memberikam rasa aman, malah justru sebaliknya. Jika pemerintah tidak membubarkan Densus 88, berarti itu tanda ucapan selamat tinggal pada nawacita atau kata lain nawacita akan jadi dukacita"tandasnya.

Rep/Editor: Isjo




Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 04 April 2016 ,

0 komentar for "Insiden HAM, Revolusi Minta Bubarkan Densus 88"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional