Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Dinsosnaker Kotamobagu: Sanksi Pidana Bagi Warga yang Mengaku Miskin Demi Peroleh Bantuan

Kepala Dinsosnaker Kotamobagu, Haris Podomi. /Ist

Kotamobagu, detiKawanua.com
- Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker), baru-baru ini menemukan sejumlah warga yang berpura-pura menjadi miskin, untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Saya mewarning oknum yang  melakukan penipuan dengan modus mengaku miskin demi mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kalau memang mampu jangan menganggap miskin kemudian menerima bantuan. Itu termasuk modus penipuan dan bisa kena pidana,” ujar Kepala Dinsosnaker Haris Podomi, minggu lalu.

Dia menjelaskan, kriteria penerima bantuan dilihat dari kondisi bangunan rumah, seperti beratapkan rumbia, berlubang, dinding bambu yang sudah tua, dan lantai  tanah. Ukuran rumah hanya delapan meter persegi, maka berhak mendapat bantuan.

“Lalu lihat orangnya, kalau usia produktif dari 20 sampai 50 tahun masih bisa berusaha, itu tidak bisa dikatakan miskin karena masih bisa berusaha mencari uang. Kalau terus mengharapkan bantuan, sampai tua tidak akan pernah berusaha,” tambah Haris.

Haris menambahkan, data yang digunakan Dinsosnaker dalam hal menyalurkan bantuan seperti beras sejahterah (Rastera) dan bantuan lain yang berasal dari tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Memang itu data dari BPS yang diambil 40 persen dari yang termiskin. Dalam data ada miskin dan miskin sekali. Lalu data tersebut dikirim ke TNP2K untuk diverifikasi lagi di lapangan. Nah data itu yang kita gunakan untuk penyaluran bantuan,” ujarnya.

Haris menambahkan data yang digunakan adalah dari 2011. Namun, lanjut dia, pihaknya pun melakukan verifikasi di lapangan data yang terverifikasi di lapangan itu yang nantinya dilaporkan ke pemerintah pusat. Adapun bantuan yang diberikan Dinsosnaker hanya sampai lima tahun.

“Selanjutnya kita berikan bantuan terakhir yakni KUBE atau Kelompok Usaha Bersama. Jadi ada lapangan pekerjaan disana. Jangan dikasih ikan terus, yang kita berikan harus pancing nanti masyarakat yang mencari ikannya sendiri,” terang Haris.

Untuk data terbaru masyarakat miskin, Dinsosnaker Kotamobagu masih memverifikasi di lapangan.

“Data terbaru belum ada, tapi data tahun sebelumnya yakni ada 6.109 warga miskin di Kotamobagu. Kita sedang melaksanakan verifikasi data di lapangan untuk Kotamobagu utara petugasnya dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kotamobagu Barat dari Dinsosnaker, Kotamobagu Timur Dinas Kesehatan, dan Kotamobagu selatan BPMD,” ungkapnya. (**/dtkw)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 11 April 2016

0 komentar for "Dinsosnaker Kotamobagu: Sanksi Pidana Bagi Warga yang Mengaku Miskin Demi Peroleh Bantuan"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional