Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Diduga Terdapat Penyimpangan, Dana Bansos Tak Tepat Sasaran?

Ilustrasi. Ist

Manado, detiKawanua.com - Penyaluran bantuan dana sosial untuk anak terlantar dan putus sekolah di Kota Manado pada beberapa waktu lalu, diduga sarat akan penyimpangan.

Dugaan ini tercium setelah sejumlah pewarta melakukan pengecekan data penerima bantuan tersebut di beberapa Kelurahan, kemudian disinkronisasikan dengan data di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Manado melalui bidang Kesejahteraan Sosial (Kessos).

Didapati di beberapa Kelurahan yang dijadikan sampel keakuratan data, penerima bantuan sebagaimana yang dicantumkan nama dan tempat tinggalnya oleh Dinsos melalui bidang tersebut, si penerima bantuan tidak pernah menerimanya.

Hal ini dikatakan langsung oleh salah satu Lurah di Kecamatan Wanea. Menurutnya, selaku Lurah, dirinya pasti mengetahui setiap ada bantuan yang didapati oleh warganya. Karena, katanya, setiap warga yang menerima bantuan harus dilakukan pendataan terlebih dahulu sebelum menerima bantuan.

"Setahu kami, tidak ada anak terlantar maupun anak putus sekolah yang menerima bantuan pada bulan ini. Kalaupun ada, tentunya saya sebagai Lurah tau akan hal itu," tutur salah satu Lurah di Kecamatan Wanea, saat dikonfirmasi, Senin (25/04) tadi.

Baca Juga :
> 2017, Dua Wilayah di Kepulauan Ini Lengkap Fasilitas APBD-APBN
> Salah Gunakan Pembagian Raskin, Oknum Kumtua Terancam Dipidana

Bukan hanya lurah dari kecamatan tersebut, pernyataan yang sama pun ikut disuarakan oleh seorang lurah di kecamatan Malalayang. Namun, Dirinya enggan memberikan komentar lebih terkait adanya dugaan ini, karena kepala-kepala lingkungan sedang tidak berada di tempat.

"Ah, so ada so tu bantuan? Mar kalu so ada, nanti kita tanya pa kepala-kepala lingkungan. Mar, yang kita tau kua itu bantuan blum ada yang ba trima," katanya dengan loghat asli Manado.

Menanggapi dugaan ini, Kepala Dinsos Kota Manado, Frangky Mewengkang, mengatakan bahwa hal ini tidak benar adanya. Karena, penerima bantuan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari setiap Kelurahan yang ada di Kota Manado.

"Mana mungkin penyalurannya tidak tepat sasaran? Kan yang menerima bantuan namanya direkomendasikan oleh pihak Kelurahan tempat Ia tinggal. Namun yang perlu diketahui juga, tidak semua nama-nama yang direkomendasikan, menerima bantuan. Karena, kami melakukan seleksi akan hal itu," kata Mewengkang.

Terpisah, Kabid Kessos, Jein Barantian, menepis jika telah terjadi kesalahan pendataan di lapangan dan mengatakan bahwa Dirinya hanya menyalurkan bantuan sebagaimana nama-nama yang dicantumkan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

"TKSK itu kan adalah perpanjangan tangan dari Kementerian Sosial. Merekalah yang mengambil data di lapangan. Jadi, jika ada kesalahan, maka merekalah yang harus mempertanggung jawabkannya," ungkap Barantian.

Untuk diketahui, sebelum sejumlah pewarta melihat nama-nama dan alamat para penerima bantuan tersebut di Dinsos, dari beberapa Kelurahan yang dimintai keterangan, semuanya mengatakan bahwa tidak ada warganya yang menerima bantuan.

Sementara itu, bantuan khusus untuk anak terlantar dan putus sekolah ini diberikan dalam bentuk sembilan bahan pokok (sembako) serta uang tunai sekitar Rp 225.000/anak. Adapun jumlah anak yang menerima berjumlah 100 orang.

(v1c)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 25 April 2016 ,

0 komentar for "Diduga Terdapat Penyimpangan, Dana Bansos Tak Tepat Sasaran?"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional