Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Aturan Baru Soal THR 2016, Untungkan Karyawan Baru

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta, detikawanua.com - Aturan baru soal Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan bagi pekerja/buru perusahaan baik swasta maupun BUMN kini sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat, terdapat dua poin penting diantaranya karyawan yang baru bekerja selama sebulan sudah berhak mendapatkan THR secara proporsional, dan pembayaran THR bagi karyawan baru itu tidak hanya berlaku bagi karyawan berstatus karyawan tetap namun juga untuk karyawan yang bekerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) maupun perjanjian kerja waktu tertentu.

Hal itu dinyatakan dalam Permen Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 yang dikeluarkan pada tanggal 8 Maret. Melalui Menaker RI, Hanif Dhakiri dalam rilis Sekertariat kabinet tertulis hak THR proporsional bagi karyawan baru tersebut sekaligus menggantikan Permenaker Nomor PER.04/MEN/1994.‬

‪"Dalam aturan sebelumnya dinyatakan pembagian THR diberikan kepada pekerja dengan masa kerja minimal 3 bulan. Namun sekarang pekerja dengan masa kerja minimal 1 bulan berhak mendapat THR, "kata Hanif, dalam isi halaman Sekretariat Kabinet, Jumat (01/04).‬

‪Dimana pembayaran THR (masing-masing hari keagamaan,red) bagi pekerja ini wajib diberikan sekali dalam setahun oleh perusahaan dan dibayarkan selambat-lambatnya 7 hari sebelum Hari Raya keagamaan.

‪"Bagi perusahaan yang telah membayarkan THR dengan nominal yang lebih besar dan lebih baik secara ketentuan dibandingkan aturan yang baru dirilis ini maka Permenaker tersebut tidak berlaku.‬ Kalau pembayaran THR telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan (PP), atau perjanjian kerja Bersama (PKB) dan ternyata lebih baik dan lebih besar dari ketentuan diatas maka THR yang dibayarkan kepada pekerja/buruh harus dilakukan berdasarkan pada PP atau PKB tersebut," tegasnya.‬

SANKSI ADMINISTRATIF

‪Sayangnya meskipun sifatnya wajib dijalankan oleh perusahaan, namun pemerintah tidak memberikan sanksi yang berat bagi perusahaan yang lalai menjalankan ketentuan baru tersebut. Pengawasan pelaksanaan pembayaran THR yang dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan, hanya akan memberi sanksi berupa denda dan sanksi admisnistratif terhadap pengusaha dan perusahaan yang melakukan pelanggaran.‬

‪"Kemenaker sudah mulai melakukan sosialisasi mengenai peraturan THR ini dengan melibatkan lembaga kerjasama (LKS) tripartit yang didalamnya sudah termasuk asosisasi pengusaha Apindo, serikat pekerja/serikat buruh dan perwakilan pemerintah. Jadi kami harap aturan ini dapat dijalankan segera,"jelas Hanif.‬ (cnnc)
 
Rep/Editor: Isjo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 01 April 2016 ,

0 komentar for "Aturan Baru Soal THR 2016, Untungkan Karyawan Baru"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional