Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Alternativ Opsi 'Perang' Bebaskan 3 Warga Sulut Dari Abu Sayyaf ?

(Foto 1) Gubernur dan rombongan saat bersama Menlu, (Foto2) Gubernur Sulut saat berama keluarga korban di Jakarta. (Ist.)

Jakarta, detikawanua.com - Kesepuluh korban pembajakan Warga Negara Indonesia (WNI) termasuk tiga orang didalamnya merupakan warga Sulut yang hingga kini masih ditawan milis Abu Sayyaf, nampaknya masih harus bersabar. Pasalnya, oleh pemerintah Indonesia jikalau buntuh dengan upaya diplomatis, maka hanya mempunyai satu opsi akhir yakni, secara militer dalam operasi pembebasan itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui staf khusus Presiden bidang Komunikasi, Johan Budi menegaskan bahwa opsi militer adalah pilihan terkahir. Dimana upaya militer memerlukan koordinasi dengan otoritas Filipina karena mengingat kejadian berada di wilayah negara lain.‬

‪"Konsen pak Presiden adalah penyelamatan WNI. Tetapi, opsi militer harus koordinasi juga dengan pemerintah Filipina. Itu (militer, red) opsi terakhir lah kalau upaya Menlu tidak membuahkan hasil," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (01/04).‬

‪Lebih lanjut, dirinya kembali menegaskan bahwa Presiden telah memerintahkan Menlu, Retno Marsudi untuk berkoordinasi dengan otoritas di Filipina.‬ ‪"Secara langsung belum ada komunikasi langsung antara Presiden Jokowi dengan Presiden Filipina," terang Johan.

SIKAP dan LANGKAH UPAYA PROVINSI SULUT

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey (OD) sudah berada di Jakarta sejak Rabu (30/03), yang sebelumnya Gubernur bersama Wagub Sulut, Steven Kandouw (SK) dan Forkopimda telah mengunjungi salah satu keluarga korban (Julian Philip, red) di Desa Sasaran, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa. 
 
Pada Kamis (31/03), Gubernur secara marathon kembali melakukan pertemuan dengan pihak keluarga korban lainnya di Bilangan Jakarta Utara pada Kamis (31/03), selanjutnya dengan keluarga Alvian Elvis Repi, di kawasan Tanjung Priuk, yang diterima langsung kerabat Korban yakni, Syane Repi yang didampingi Isteri Youla Lasut bersama dua orang anaknya masing-masing Viola Repi (2) dan Zefanya Repi (3).

Melalui OD memberikan support dan berempati atas kejadian yang menimpa para warga Sulut itu dan meminta keluarga tetap tabah dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Kita menunggu langkah dan upaya pemerintah RI dan Pemprov Sulut dalam mengsikapi hal itu," ungkap Gubernur dalam pertemuan itu, sembari memberikan donasi dan bantuan kepada pihak keluarga Repi sebagai ungkapan tali kasih.

Sebelumnya juga Gubernur yang di dampingi Kejati Sulut, Teuku Syahrizal, SH, telah berkesempatan bertatap muka dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi di Kantor Kemenlu Jakarta,dan telah mendiskusikan isu-isu strategi serta upaya sinergitas antara Pemprov Sulut dengan Kementerian yang salah satunya adalah pembebasan terhadap para sandera di Filipina.

Turut mendampingi Gubernur dalam pertemuan tersebut diantaranya Kaban Penghubung, F Rotinsulu, Karo Umum Sulut, Jemmy Ringkuangan, Karo Pemerintahan dan Humas Pemprov Sulut, Jemmy Kumendong dan Kabag Humas Protokol Pemprov Sulut, Roy RL Saroinsong. (bsc/hmspemprov/dtkwc)

Rep/Editor: Isjo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 01 April 2016 , ,

0 komentar for "Alternativ Opsi 'Perang' Bebaskan 3 Warga Sulut Dari Abu Sayyaf ?"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional