Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Agar Tidak Tinggal Kenangan, Benahi Danau Limboto Butuhkan Dana 11 Triliun

Master Plan Pengembangan Danau Limboto, Gorontalo. /Ist

Limboto, detiKawanua.com
- Penyusutan Danau Limboto sangat drastis. Danau terbesar di Provinsi Gorontalo itu, kini terancam tinggal nama. Luasnya dulu yang mencapai 7 ribu hektar, sekarang tinggal 1.700-an hektar. Begitu pula kedalaman airnya. Bila pada era 1930-an mencapai 30 meter, saat ini tinggal 2-2,5 meter saja.

Penyusutan area Danau Limboto salah satunya dipicu oleh sedimentasi. Memang faktor musim yakni kemarau yang berkepanjangan juga turut berkontribusi terhadap penurunan debit air Danau Limboto. Yang tak kalah pentingnya adalah kerusakan hutan di bagian hulu. Sehingga berdampak terhadap aliran air yang masuk ke Danau Limboto.

Baca juga: Pemkab Gorontalo Bakal Bangun Rumah Sakit di Boliyohuto

Sementara itu penyusutan tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan/ekologi saja. Lebih dari itu juga ikut berdampak terhadap permasalahan sosial. Terutama bagi para masyarakat sekitar Danau Limboto yang menggantungkan hidupnya di Danau Limboto.

Sejak beberapa tahun terakhir, banyak nelayan Danau Limboto yang harus pulang dengan hasil tangkapan yang hanya cukup untuk dimakan keluarga. “Apalagi musim kering seperti saat ini. Bila sebelumnya bisa dapat 50 ekor, sekarang hanya sekitar 20 ekor saja,” ungkap salah seorang nelayan Abdullah (60), warga Ilotedea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.

Sementara itu, pemulihan kondisi Danau Limboto memakan anggaran tak sedikit. Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung ke Danau Limboto pada awal Desember 2014 menyebutkan bila anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi Danau Limboto mencapai Rp 11 triliun.

Lihat juga: Polda Bongkar Jaringan Trafficking Gadis ABG di Gorontalo

Dari anggaran tersebut yang sudah dikucurkan sejak 2012 sampai dengan saat ini sebesar Rp 450 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai pengerukan, pembangunan tanggul, pintu air Topodu serta chek dam di bagian hulu 23 anak sungai.

Koordinator Lapangan Koservasi Danau Limboto dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) II Yudhi Wiyansyah mengatakan, chek dam tersebut berfungsi untuk mengurangi terjadinya sedimentasi ke danau sekaligus menyimpan cadangan air jika musim kering. “Pekerjaannya sebagian sudah selesai tahun kemarin,” kata Yudhi.

Bersamaan dengan hal itu, lanjut Yudhi, pihaknya juga melakukan pembangunan tanggul sepanjang 290 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 8 meter. Tanggul tersebut memiliki fungsi ganda.

Simak juga: Kedaton Kesultanan Ternate, Simbol Kegagahan Singa dalam Kemegahan Gunung Gamalama

Selain untuk membendung air guna mencegah terjadinya pendangkalan, juga berfungsi untuk mencegah terjadinya penyempitan wilayah sungai. “Proyek Tanggul Danau ini merupakan proyek Multi Year. Progresnya saat ini sudah mencapai 20 persen. Targetnya 2017 sudah selesai,” kata Yudhi.

Lebih lanjut Yudhi menjelaskan, selain pembangunan tanggul, saat ini pula tengah dilakukan proses pengerukan wilayah Danau, utamanya di Pentadio Resort dan Tabumela, serta sejumlah areal yang sudah sangat dangkal. Hal ini dimaksukdkan untuk menambah kedalaman danau Limboto yang sudah sangat dangkal.

“Saat ini kedalaman Danau Limboto tinggal 1 sampai 1,5 meter di wilayah pinggiran danau dan 2 meter di wilayah tengah danau,” ujar Yudhi. “Targetnya, kedalaman bisa dikembalikan 3 meter di wilayah tengah hingga pinggiran danau minimal 1 sampai 2 meter,” sambungnya.

Terkait dengan tanah hasil kerukan sendiri kata Yudhi akan dimanfaatkan untuk menimbun beberapa tempat arel danau yang nantinya akan membentuk seperti pulau-pulau kecil.

Berita menarik lainnya: Honor Belum Terbayar, Anggota KPPS Diminta Bersabar Hingga Walikota Dilantik 

Nantinya di pulau tersebut akan di tanam tanaman-tanaman khusus yang bisa menarik perhatian para pengunjung danau. “Proses pengerukan progresnya sudah 45 persen. Insya Allah 2016 ini sudah akan selesai,” terangnya.

Disamping pembangunan infrstruktur, BWS juga melakukan upaya penghijauan di sekitar danau. Mulai dari penanaman pohon di pinggiran danau sampai pembersihan gulma. “Dua hal ini sudah kita lakukan. Harapannya hal ini bisa kembali membuat sekitar danau lebih hidup,” katanya. Seluruhnya total anggaran yang sudah dikucurkan dalam program revitalisasi sungai sejak tahun 2012 sekira Rp 400 miliar.

“Setiap tahun anggaran yang dikucurkan 80 sampai 90 miliar. Untuk sampai selesai diperkirakan membutuhkan anggaran mencapai Rp 11 Triliun,” terangnya. (*/vkg)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 01 April 2016 , , ,

0 komentar for "Agar Tidak Tinggal Kenangan, Benahi Danau Limboto Butuhkan Dana 11 Triliun"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional