Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Volume Kendaraan Membengkak, Pemkot Diminta Tanggap Berikan Solusi

Suasana Hearing Antara DPRD Sulut dan Stakeholder (Foto: Rifaldi Rahalus)

Manado, detiKawanua.com
- Ternyata penyebab utama kemacetan di Kota Manado bukan karena uji coba jalur satu arah (One Way Traffic) semata. Akan tetapi, berdasarkan analisa akademisi, penyebab kemacetan terjadi sebelum dan setelah diberlakukannya one way traffic adalah volume kendaraan yang terus meningkat sementara kapasitas jalan tidak mampu menampung kendaraan yang melintas.

"Otomatis dengan meningkatnya volume kendaraan tersebut pemerintah seharusnya menopang dengan infrastruktur yang memadai. Pelebaran jalan dalam dan luar kota," kata Akdemisi Unsrat Jems Simboleng, saat menghadiri pembahasan one way traffic bersama DPRD Sulut, Kamis pekan kemarin.

"Ada dua pengertian dalam arti kemacetan, menambah atau mengatasinya. Volume kendaraan lebih besar dari badan jalan di Boulevard dan juga di zero point. Ada juga jalan penghubung dari Samrat sering ditutup oleh warga, karena itu memang bukan jalan utama untuk dilintasi pengendara jadi wajar saja," tambah Simboleng.

Maka dari itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado kiranya bisa melakukan kerjasama dengan pemilik modal, khususnya penilik swalayan yang letak bangunannya berada di seberangan jalan yang padat dilintasi kendaraan.

"Pemodal seperti Mantos, seharusnya mengadakan jembatan penyeberangan agar pejalan bisa menyeberang jalan lewat jembatan tersebut. Dengan demikian pejalan tidak tidak lagi mengganggu kecepatan kendaraan yang melintas, dan kemacetan pun tentu akan berkurang," pungkas Simboleng.

(Rifaldi Rahalus)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 20 Maret 2016 ,

0 komentar for "Volume Kendaraan Membengkak, Pemkot Diminta Tanggap Berikan Solusi"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional