Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Sering Dibungkam, Pers Mahasiswa 'Minta Suaka' ke Dewan Pers

Karikatur Pers Mahasiswa (Ist.)

Semarang, detikawanua.com - Beberapa persoalan yang terjadi sekarang ini dilingkup pers mahasiswa di antaranya mengalami kekerasan hingga pembungkaman, oleh karena itu meminta kepada Dewan pers untuk melindungi lembaga pers mahasiswa. Hal tersebut diungkapkan Sekjen Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), Abdussomad.

"Selama ini, pers mahasiswa banyak yang menjadi korban pemberangusan kebebasan berekspresi," katanya.

Dibeberkannya, selama tahun 2014 hingga 2015 lalu, PPMI mencatat ada tujuh bentuk kasus yang dialami para pengelola pers mahasiswa di Indonesia.

"Kasus itu diantaranya, intimidasi, diskiriminasi, pelecehan, sensor, pelarangan diskusi dan pemutaran film, pembredelan majalah serta pembekuan lembaga pers mahasiswa," ungkapnya.

‪Dari tujuh jenis kasus itu yang paling banyak dialami adalah intimidasi yang dialami pengelola persma, yakni mencapai 22 kasus intimidasi.

"Pelaku intimidasi itu kebanyakan birokrat kampus,"singkat Abdussomad.

Dimana hingga kini dirinya menyatakan keberadaan pers mahasiswa terkesan belum diakui Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

"Padahal, dari sisi fungsi pers mahasiswa hampir sama dengan media umum. Apalagi, saat ini perkembangan pers mahasiswa juga luar biasa ditengah adanya teknologi dan informasi internet. PPMI mencatat saat ini jumlah portal online milik pers mahasiswa mencapai 200 portal dan mereka tidak memberitakan isu-isu yang ada di dalam kampus saja, melainkan juga isu yang berada di luar kampus," tandasnya. (Tmp)

Editor : IsJo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 27 Maret 2016 ,

0 komentar for "Sering Dibungkam, Pers Mahasiswa 'Minta Suaka' ke Dewan Pers"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional