Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

One Wey 'Proyek Kemacetan', Anak Sopir Terancam Putus Sekolah

Tatap muka antara Komisi I DPRD Sulut dan para sopir angkot.
Tatap muka antara Komisi I DPRD Sulut dan para sopir angkot.

Manado, detiKawanua.com - Uji coba jalur satu arah (one wey) di Kota Manado, ternyata terus menuai protes dari berbagai pihak, terlebih khusus para sopir angkutan kota (Angkot). Pasalnya, bagi mereka, sejak diberlakukannya one wey bukannya memberikan kenyamanan dan keuntungan lebih. Akan tetapi, one wey justru mengakibatkan menurun secara drastis pendapatan sopir akibat jalur mengalani kemacetan berjam-jam.

One wey dianggap gagal total dan berpotensi mengancam pendidikan anak-anak para sopir. Karena penghasilan mereka yang menurun.

"Kami menolak one wey diberlakukan terus-menerus karena one wey telah mengurangi pendapatan sopir,"ungkap Ketua Basisis sopir angkot Malalaang-Pasar 45 Wilson Tampung, Jumat (04/03).

"Biasanya para sopir dalam sehari mendapat trayek sebayak 10-15 kali putaran dengan pendapatan yang cukup namun, sejak di berlakukan one wey pendapatan berkurang. Paling bayak dalam sehari 5 trayek,"terang Tampung saat datangi Komisi I DPRD Sulut.

Tampung menjelaskan, untuk trayek Malalayang-Pasar 45 dengan jumlah angkot mencapai 500 unit telah mengalami nasib buruk, suyukurlah jika dalam sehari para sopir bisa membawa pulang uang diatas Rp.50 ribu. Nyatanya tidak, sampai-sampai sebagian sopir harus menggadaikan telpon genggam mereka untuk menutupi tunggakan setoran ke majikan.

"Jumlah angkot malalyang ke pusat kota diperkirakan berjumlah 500 kendaraan. Semua sopir mengeluh kareana untuk membayar setoran mereka terpaksa menjual Hp mereka, ini karena pendapatan mereka yang sudah menurun drastis,"tambah Tampung.

Sebelumnya, kata Tampung, pihaknya sudah datangi pihak kepolisian dan menanyakan batas uji coba jalur satu arah ini akan diberlakukan sampai kapan. Namun, respon dari kepolisian, masi melakukan kajian mendalam untuk beberapa waktu ke depan.

"Kami juga sudah datangi dirlantas dan menanyakan batas uji coba ini dan pihak lantas mengaku masih lakukan kajian mendalam," tutur Tampung.

Menanggapi hal itu, menurut Ketua Komisi I Ferdinand Novi Mewengkang, pihaknya menerima aspirasi para sopir yang dalam kesempatan ini diwakili oleh empat orang sopir angkot didampingi Nelson Tampung sebagai ketua basis sopir. Mewengkang menjanjikan akan lakukan pembahsanblanjutan terkait hal ini.

"Kami sudah menampung aspirasi bapak-bapak dan kami akan lakukan pembahasan lanjutan dengan komisi III,"kata Mewengkang.

Senada dikatakan Wakil Ketua Komisi I Julius Jems Tuuk, menurut Tuuk, Komisi I dan Komisi II akan menggelar hearing dengan melibatkan semua element masyarakat dan instansi terkait.

"Kami akan menggelar hearing dengan libatkan semua komponen, Polda Dishub, Tata Kota dan LSM,"janji Tuuk. (Rifaldi Rahalus)

Di Postkan Oleh Adhy Kambose | Sabtu, 05 Maret 2016 , ,

0 komentar for "One Wey 'Proyek Kemacetan', Anak Sopir Terancam Putus Sekolah"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional