Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Memprihatinkan! Pasca Penggusuran, Sekitar 40 KK Merayakan Paskah Tanpa Tempat Tinggal

Legislator DPRD Kota Manado, Roy Maramis, saat memberikan masukan kepada Pimpinan Dewan terkait keluhan warga korban penggusuran Sat Pol PP. (Foto: v1c)

Manado, detiKawanua.com - Puluhan warga Kelurahan Bumi Nyiur, Kecamatan Wanea, yang menjadi korban pembongkaran rumah secara paksa oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) pada hari Sabtu pekan lalu, kembali mengeluhkan nasibnya ke DPRD Kota Manado, Kamis (24/03) kemarin.

Keluhan ini, diterima langsung oleh Ketua DPRD Kota Manado Nortje Henny Van Bone, Richard Sualang dan Danny Sondakh selaku Wakil Ketua DPRD Kota Manado.

Salah satu dari ketiga perwakilan warga yang aktif menyuarakan nasib mereka karena tidak lagi memiliki rumah untuk tempat berlindung, mengatakan, Dirinya bersama hampir 40 kepala keluarga (KK) datang ke DPRD, meminta agar supaya mereka diperhatikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.

"Maksud dan tujuan kami ke tempat ini (Dewan Kota Manado) tidak lain meminta untuk diperhatikan oleh pemerintah. Karena, pasca penggusuran kami tidak lagi memiliki tempat tinggal," katanya, sembari mengatakan bahwa saat ini mereka tak tahu lagi harus tinggal dimana.

Dirinya juga meminta agar supaya DPRD Kota Manado menindaklanjuti peristiwa penggusuran tersebut, karena dianggapnya sarat akan konspirasi.

"Kami juga meminta agar supaya dewan bisa bersama-sama dengan kami untuk mengusut tuntas kasus pembongkaran ini. Sebab, dalam analisa kami ada oknum-oknum tertentu yang melakukan konspirasi dengan pihak pemerintah untuk membongkar rumah yang sudah kami tempati sejak puluhan tahun lamanya," pintanya.

Menyikapi keluhan ini, beberapa Legislator pun langsung merespon positif dan berjanji akan terus mengawal agar supaya dapat mengetahui siapa sebenarnya dalang di balik pembongkaran tersebut.

Legislator Roy Maramis contohnya. Menurut Roy Maramis, Dirinya sangat prihatin atas kejadian yang menimpa puluhan warga tersebut.

"Besok (hari ini) mereka akan merayakan Hari Paskah. Namun mereka tidak memiliki tempat tinggal. Melihat hal ini, sebagai wakil rakyat saya sangat prihatin," ungkapnya.

Dikesempatan itu juga, Maramis pun menyuarakan hal senada dengan apa yang disampaikan oleh seorang perwakilan warga tersebut di atas, yakni meminta agar Pemkot memperhatikan nasib mereka.

Diakhir pertemuan yang juga dihadiri oleh Sekretaris Kota Manado Haerffey Sendoh ini, Richard Sulang berjanji akan memperjuangkan apa yang menjadi tuntutan warga.

Bahkan, Richard Sualang akan memanggil pihak-pihak terkait pada awal pekan depan untuk diadakan hearing bersama DPRD Kota Manado.

(v1c)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 25 Maret 2016 ,

0 komentar for "Memprihatinkan! Pasca Penggusuran, Sekitar 40 KK Merayakan Paskah Tanpa Tempat Tinggal"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional