Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Kedaton Kesultanan Ternate, Simbol Kegagahan Singa dalam Kemegahan Gunung Gamalama

Kedaton Kesultanan Ternate. /Ist

Ternate, detiKawanua.com - Bangunan besar berwarna kuning muda, kokoh berdiri dengan latar belakang kemegahan Gunung Gamalama, di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut).

Bangunan yang tampak menyerupai singa duduk ini, memang tidak bisa menyembunyikan usianya yang sudah sangat tua, namun kondisinya terlihat terawat. Bangunan ini seolah hidup dan memicingkan pandangannya ke arah lautan sebagai tanda bahwa ia merupakan sebuah tempat penting, simbol dalam sejarah kehidupan Ternate. Bangunan anggun nan indah ini adalah Kedaton Kesultanan Ternate.
   
Kedaton Sultan Ternate ini dibangun pada tanggal 24 November 1813 oleh salah satu Sultan Ternate yang bernama Sultan Muhammad Ali. Luas bangunan berbentuk persegi delapan ini adalah sekitar 1500 meter persegi di atas tanah seluas 1,5 Ha.

Kedaton Ternate berada tepat di pusat kota Ternate, tepatnya di depan alun-alun kota yang langsung menghadap ke lautan. Bangunan tua bergaya klasik yang berada di bawah kaki Gunung Gamalama ini, memang tampak sangat megah dan memancarkan kejayaan Kesultanan Ternate yang sudah diakui tidak hanya di Nusantara, namun juga oleh bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda.

Menurut sejarah, arsitektur yang membangun Kedaton ini adalah seorang berkebangsaan Cina. Hal inilah yang menjadi sebab adanya beberapa detail oriental di beberapa titik istana seperti tangga dan beberapa sudut bangunan lainnya.

Walaupun Kedaton ini merupakan properti milik Keluarga Kesultanan Ternate, namun sejak tahun 1981 pengelolaan bangunan ini berada dibawah pengawasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Ternate. Hal ini diperlukan mengingat Kedaton Ternate adalah salah satu Istana Kerajaan tertua yang ada di Indonesia.
   
Bangunan Kedaton Ternate ini masih digunakan sebagai tempat tinggal keluarga Kesultanan hingga saat ini. Beberapa “abdi dalem” yang sudah mengurus Kedaton ini secara turun-temurun juga masih tinggal serta merawat Kedaton ini.

Kawasan Kedaton Ternate Dilihat dari Atas. /Ist

Namun sebagai bagian dari sejarah dan budaya Ternate, Kedaton ini juga berfungsi sebagai sebuah Museum publik yang menyimpan berbagai benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan sejarah masyarakat Ternate. Bahkan, beberapa waktu terakhir ini telah dibangun sebuah Museum modern yang berada disamping Kedaton. Rencananya, seluruh benda bersejarah di Kedaton akan dipindahkan ke bangunan baru sehingga Kedaton benar-benar dapat berfungsi sebagai Istana Kesultanan sebagaimana mestinya.

Banyak hal menarik yang terdapat di dalam Kedaton Ternate. Salah satunya adalah Mahkota Sultan yang disimpan di tempat khusus di dalam Kedaton. Konon, Mahkota tersebut memiliki rambut yang dapat tumbuh setiap saat dan untuk mencukurnya diperlukan adanya sebuah upacara yang bernama Istampa setiap satu tahun sekali di hari raya Idul Adha. Mahkota ini diperkirakan berumur sekitar 500 tahun dan sudah ada sejak Sultan Ternate yang pertama. Namun, tidak sembarang orang diperbolehkan untuk melihat langsung Mahkota pusaka Kesultanan ini. Hanya mereka yang mendapat ijin dari Sang Sultan sajalah yang diperkenankan menyaksikan langsung Mahkota kebanggaan warga Ternate ini.

Selain mahkota ini, masih ada benda lain seperti beberapa pakaian kebesaran Kesultanan yang disimpan di lemari kaca. Beberapa foto Sultan yang pernah memerintah Ternate juga terdapat di dinding Kedaton. Sebuah singgasana Sultan juga terdapat di bagian dalam Kedaton dan tampak sangat berwibawa dengan berbagai atribut pelengkapnya. Selain itu, sebuah Al Quran yang ditulis tangan juga rapih disimpan di salah satu sudut ruangan dalam Kedaton.
   
Seperti halnya Istana lain di Indonesia pada umumnya, ada beberapa aturan tidak tertulis yang harus kita patuhi ketika berkunjung ke Istana ini. Beberapa diantaranya adalah keharusan melepas alas kaki ketika memasuki ruangan dalam Kedaton, kemudian keharusan menggunakan celana panjang atau rok panjang ketika memasuki wilayah Kedaton. Hal ini merupakan bagian dari penghormatan terhadap Kedaton Ternate yang dianggap sakral tidak hanya oleh keluarga dan kerabat Kesultanan, namun juga oleh seluruh rakyat Ternate.
   
Suasana mistis memang tidak terhindarkan ketika kita memasuki kawasan Kedaton Ternate. Sejak masuk melalui Gapura terdepan saja kita sudah disambut dengan sepasang patung harimau yang kabarnya dapat benar-benar hidup ketika malam tertentu. Sebagai informasi, Kedaton Ternate ini dapat dikunjungi oleh masyarakat umum sesuai dengan waktu yang telah diatur. (*/idk)

Editor: vkg

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 28 Maret 2016 , , ,

0 komentar for "Kedaton Kesultanan Ternate, Simbol Kegagahan Singa dalam Kemegahan Gunung Gamalama"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional