Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

JS Badudu Meninggal Dunia, Presiden Jokowi: Bangsa Indonesia Kehilangan

Iringan Jenazah Alm JS Badudu, Maestro Bahasa Indonesia Kebanggaan Orang Gorontalo. /Ist

Bandung, detiKawanua.com - Telah berpulang dalam damai, Jusuf Sjarif Badudu, Maestro yang punya andil besar terhadap pengembangan bahasa Indonesia dan bahasa Gorontalo, di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, pada Sabtu (12/03) sekitar pukul 22.10 WIB.

Almarhum JS Badudu meninggal pada usia 89 tahun, karena komplikasi penyakit yang diderita semasa tuanya. Dua hari sebelum wafat, ia dirawat inap di RSHS karena serangan stroke. 

“Sekitar sepuluh tahun belakangan, ia sudah beberapa kali diserang stroke ringan maupun berat yang mengakibatkan kondisi fisiknya semakin lama semakin menurun. Rencananya, Beliau akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung.,” kata Ananda Badudu, cucu JS Badudu dalam siaran pers yang diterima awak media, Minggu (13/03).

Baca juga: Kadis PU Gorontalo Resmi "Nginap" di Lapas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun ikut mengungkapkan rasa duka cita atas meninggalnya pakar linguistik ini

Presiden Jokowi dalam akun twitternya @jokowi mentwit-kan hal tersebut sebagaimana yang dipantau di Jakarta pada sekitar pukul 10.21 WIB, Minggu.

"Bangsa Indonesia kehilangan J.S. Badudu. Sepanjang hidupnya diabdikan untuk bahasa Indonesia. Pengabdiannya jadi teladan kita bersama -Jkw," demikian kicauan Presiden.

Diketahui, Prof. Dr. JS Badudu lahir di Gorontalo pada 19 Maret 1926. Sepanjang usia ia mengabdikan diri untuk Bahasa Indonesia melalui kegiatan belajar-mengajar dan tulis-menulis. Ia telah menjadi guru sejak usia 15 tahun dan mengakhiri pengabdiannya di bidang pendidikan pada usia 80 tahun, itu pun karena kondisi fisik yang terus menurun seiring bertambahnya usia.

Lihat juga: Guru SD di Kotamobagu Ikut ‘Simulasi Ujian Nasional’

JS Badudu dikenal masyarakat luas sejak ia tampil dalam acara Pembinaan Bahasa Indonesia yang ditayangkan di TVRI pada 1977-1979, dilanjutkan tahun 1986-1986. Pada saat itu TVRI adalah satu-satunya siaran televisi di Indonesia.

Beberapa karya besar di antara puluhan buku yang pernah ditulisnya: Kamus Umum Bahasa Indonesia (1994), revisi kamus Sutan Muhammad Zain; Kamus Kata-kata Serapan Asing (2003); Pelik-pelik Bahasa Indonesia (1971); Inilah Bahasa Indonesia yang Benar (1993); Kamus Peribahasa (2008); Membina Bahasa Indonesia Baku (1980), dan lain sebagainya.

JS Badudu adalah orang pertama yang mendapat gelar Guru Besar dari Fakultas Sastra UNPAD Bandung. Ia dinobatkan menjadi Guru Besar pada 1985 dalam usia 59 tahun.

Atas sumbangsih dan pengabdiannya di bidang bahasa, ia dikaruniai tiga tanda kehormatan dari pemerintah, yakni Satyalencana Karya Satya (1987), Bintang Mahaputera Nararya (2001), dan Anugerah Sewaka Winayaroha (2007).

(*/vkg)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 13 Maret 2016 , ,

0 komentar for "JS Badudu Meninggal Dunia, Presiden Jokowi: Bangsa Indonesia Kehilangan"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional