Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Indonesia Dinilai Masih Lemah Demokrasi dan Picu Korupsi

Ilustrasi.

Jakarta, detiKawanua.com - Kesempurnaan demokrasi di negara Indonesia nampaknya masih kurang. Pasalnya, persoalan matangnya korupsi itu sangat berhubungan dengan demokrasi itu sendiri. Demikian penilaian Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

"Praktek abuse of power akan tumbuh subur di negara tertutup dengan hukum yang lemah. Ini yang mendasari penggiat anti korupsi dimana korupsi akan masih subur di demokrasi yang masih muda belum sempurna. Demokrasi akan digagalkan oleh korupsi yang sangat marak. Kita mengalami itu,"ungkapnya, Selasa (15/3) tadi.

Untuk itu diakuinya bahwa saat ini pihaknya tengah menyoroti soal korupsi yang paling mubazir diantaranya pembangunan waduk tanpa irigasi. Karena hal itu menurutnya bisa hanya sia-sia atau tidak ada gunanya dan menjadi pintu terjadinya praktek korupsi.

"Juga fenomena soal kebijakan untuk mengubah holding company. Ini ada peluang korupsi pengadaan dagang dan jasa akan semakin sedikit karena menggunakan transaksi non tunai," imbuhnya.

Diharapkannya, untuk pemberantasan korupsi jangan hanya tertuju pada aliran uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Korupsi di sektor swasta juga harus diperhatikan karena selama ini kita hanya fokus ke APBN padahal di swasta ada peredaran uang yang sangat besar,"tandas Teten.‬ (dKc/krc)

Editor : IsJo

Di Postkan Oleh Adhy Kambose | Selasa, 15 Maret 2016 ,

0 komentar for "Indonesia Dinilai Masih Lemah Demokrasi dan Picu Korupsi"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional