Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Hari Ini Gubernur Bersama Pemerintah Pusat, ABK Sulut Berpeluang Selamat

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bersama Wagub, Steven Kandouw, Kapolda Sulut Wilmar Marpaung dan Forkopimda Sulut saat di rumah korban di Desa Sasaran Tondano Utara.

Manado, detikawanua.com - Menindaklanjuti kasus pembajakan kapal Brahma 12 milik Indonesia yang tempat kejadian perkara (TKP) nya di perkirakan terjadi laut Filipina Selatan yang salah satu korbannya merupakan warga Sulut yang tinggal di Desa Sasaran Tondano Utara Minahasa, oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey (OD) hari ini Kamis (31/03) sudah berada di Jakarta dengan agenda bertemu dengan pemerintah pusat.

Sebagaimana dikatakan Gubernur saat mengunjungi keluarga korban di Desa Sasaran Tondano Utara, Rabu (30/03), bahwa OD akan segera bertolak ke Jakarta untuk melakukan pertemuan dengan pemerintah pusat guna membahas masalah tersebut.

"Kita sebagai pemerintah akan berupaya untuk menyelesaikan secepatnya persoalan ini. Mohon kita sama untuk doa dukungan juga dari semua pihak, saya juga akan berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat. Dimana pihak kami (Pemprov) juga akan menggunakan langkah-langkah diplomatis karena Sulut dan Filipina itu cukup ada kedekatan," ungkap Gubernur.

POLRI TIDAK PUTUS KOMUNIKASI DENGAN FILIPINA

Sementara itu signal baik yang datang dari pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan beberapa instansi pemerintahan seperti Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, TNI, Kementerian Luar Negeri yang hingga hari ini masih terus melakukan komunikasi paralel dengan pihak Filipina.‬
‪"Kami dari pihak Kepolisian RI terus melakukan komunikasi bersama kepolisian Filipina, tentunya dengan tehnik khusus, upaya negosiasi dari instansi-instansi terkaitpun masih terus dilakukan," kata Kabag Penerangan Umum Humas Polri, Kombes Polisi Suharsono, di kantornya, Jakarta, Kamis (31/03).‬

‪Ia juga mengatakan bahwa pembebasan 10 WNI ini merupakan prioritas utama mereka saat ini. "Keselamatan mereka tentu jadi prioritas kami,"ujarnya‬.

‪Hingga saat ini, pihak Indonesia masih menunggu aba-aba dari pihak Filipina guna melakukan pembebasan ini. "Hingga saat ini, Angkatan Bersenjata Filipina masih belum memerlukan bantuan dari kami, meski begitu, upaya komunikasi dan negosiasi tetap harus berjalan. Mudah-mudahan cepat selesai" ucap Suharsono.‬

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso memastikan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang ditawan di Filipina dalam kondisi baik.‬

‪"Ya, masih aman mereka. Tetapi, kami enggak tahu apakah mereka dipencar atau tidak," ujar Sutiyoso di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (31/03).

BIN NYATAKAN KORBAN PEMBAJAKAN AMAN

Terkait ‪informasi yang didapat BIN, ada warga negara asing yang turut disandera oleh kelompok teroris pimpinan Abu Sayyaf tersebut. Mereka antara lain warga negara Kanada, Belanda, Norwegia, dan Filipina sendiri.‬

Soal penolakan militer Filipina atas keterlibatan TNI untuk pembebasan para tawanan, Sutiyoso tidak mempersoalkannya. Ia memastikan bahwa BIN akan terus-menerus mendapat informasi soal kondisi 10 WNI di sana.‬

"Sudah saya perintahkan secara ketat kerja sama dengan intelijen Filipina. Informasi ini yang kami supply terus ke pemerintah. Yang jelas, keselamatan sandera adalah prioritas utama," ungkap Sutiyoso.

Diketahui peristiwa penyanderaan terhadap WNI oleh Filipina ini merupakan kejadian yang pertama kalinya terjadi. Dimana kronologis penyanderaan ini berawal ketika kapal Tunda Brahma 12 dan Tongkang Anand 12 yang mengangkut 7.000 ton batubara dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan menuju Batangas, Filipina Selatan diduga kuat dicegat ‪kelompok Abu Sayyaf dan meminta tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 14,3 miliar.

MISI PEMBEBASAN TNI POLRI FULL TIM KHUSUS

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Padjaitan memastikan, 10 WNI awak buah kapal Brahma 12 yang disandera di perairan Filipina oleh kelompok milisi Abu Sayyaf, hingga saat ini masih dalam kondisi hidup.‬

‪Adapun langkah pemerintah guna membebaskan WNI yang disandera masih menunggu proses negoisasi pihak perusahaan dengan kelompok Abu Sayyaf yang saat ini masih berlangsung.‬

‪Namun Luhut memastikan operasi penyelamatan sandera telah disiapkan.  Pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah untuk membebaskan sandera yang merupakan WNI bila proses negosiasi buntu.
"Tapi apa langkah kami, kan tidak mungkin saya beberkan sekarang," tegas Luhut.‬

‪Komandan pangkalan utama TNI AL XIII Tarakan, Kalimantan Utara, Laksamana Pertama Wahyudi H Dwiyono mengatakan Tarakan akan menjadi pangkalan operasi gabungan untuk pembebasan 10 WNI di Filipina. Seluruh unsur TNI, Angkatan Darat, Laut dan Udara akan berkumpul di Tarakan menjalankan misi pembebasan sandera.‬

‪"Yang jelas, ini (operasi) gabungan melibatkan 159 pasukan, kemungkinan nanti berkembang, ada AD, AL dan AU," kata Laksamana Pertama Wahyudi di Lantamal XIII Tarakan.

‪Sebanyak lima kapal perang RI (KRI) akan dikerahkan ke perairan Filipina untuk operasi pembebasan sandera. Selain lima KRI, helikopter TNI dan Sea Rider atau kapal cepat juga disiagakan untuk melakukan pengejaran target. Tarakan dijadikan pangkalan operasi, karena jaraknya tak jauh dari lokasi penyanderaan.‬
‪"Kurang lebih 180 nautical mile," ujar Wahyudi sembari menyebutkan lima KRI yang dikerahkan, KRI Surabaya, KRI Ajak, KRI Badik, KRI Mandau dan KRI Ahmad Yani.‬

‪Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) TNI AL di Surabaya, Jawa Timur, juga telah bersiap. Sejumlah personel pasukan elite TNI AL, Komando Pasukan Katak (Kopaska), pun dilibatkan dalam operasi tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga telah menyiapkan timnya untuk bergabung dalam tim negosiator 10 WNI yang disandera oleh milisi Abu Sayyaf di Filipina.‬ (dtkw/bs/kmp/tmp.com)
 
Rep/Editor: Isjo

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 31 Maret 2016 , , ,

0 komentar for "Hari Ini Gubernur Bersama Pemerintah Pusat, ABK Sulut Berpeluang Selamat"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional