Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Bahas One Way Traffic, DPRD Sulut Libatkan Stakeholder

Suasana Hearing DPRD Sulut dan Stakeholder terkait One Way Traffic, yang Dipimpin Amir Liputo. /Ist

Manado, detiKawanua.com
- Setelah memasuki minggu kelima diberlakukannya uji coba jalur lalulintas satu arah (one way traffic) di Kota Manado, ternyata terus menuai protes terutama dari sopir angkutan kota (Angkot). Dengan alasan one way traffic mengakibatkan pendapatan sopir menurun drastis.

Merespon keluhan para sopir tersebut, DPRD Sulut melalui Komisi I dan Komisi III langsung menggelar forum tukar pendapat (hearing) pada Kamis (17/03) dengan melibatkan seluruh stakeholder mulai dari pihak kepolisian, dinas perhubungan, akademisi, dan pengamat,  pengusaha angkot, serta para sopir sampai dengan pengguna jalan.

Forum tukar pendapat berlangsung cukup lama pasalnya, berbagai argumen mengalir dari berbagai pihak dimana, pihak sopir bersikeras agar one way traffic segera dicabut dan jalur harus dikembalikan seperti semula.

"Mewakili sopir angkot, khususnya trayek Malalayang ke Pusat Kota, agar one way traffic dihentikan dan jalur harus dikembalikan seperti semula," kata Ketua Basis Angkot Malalayang, Wilson Tampung.

Di sisi lain, pihak kepolisian mengaku, dengan adanya one way traffic selain mengurangi angka kecelakaan, jalur tersebut juga memberi efek positif bagi sebagian besar perekonomian masyarakat.

"One way traffic bukan sekedar rekayasa kami, namun kami melihat efek positif dan peningkatan ekonomi masyarakat secara menyeluruh," kata Kasat Lantas Polresta Manado, Kompol Roy Tambajong.

"Kami terus lakukan pengamatan siang dan malam dengan melakukan ujicoba di lapangan. Ternyata, setelah saya telusuri di seputaran pedang-pedagang kecil, pendapatan mereka justru meningkat karena pembeli tidak lagi terfokus belanja ke pusat kota," tambah Tambajong.

Bahkan menurut Tambajong, rekayasa jalur satu arah itu bukan dalam jangka waktu yang singkat melainkan diprediksi oleh pihak kepolisian untuk puluhan tahun ke depan.

"Rekayasa jalur ini bukan hanya untuk sesaat, tetapi kita prediksi sampai 20 tahun ke depan. Apakah rekayasa ini lebih menguntungkan sebagian besar masyarakat atau justru merugikan," urai Kasatlantas.

Tatap muka yang terus menuai argumen ini, DPRD Sulut akhirnya memutuskan pembahasan tersebut direkomendasikan ke eksekutif dengan batas waktu paling lambat 3 bulan setelah pembahasan, eksekutif sudah harus memberikan solusi. Jika memang dalam kurun waktu 3 bulan tanpa ada solusi dari eksekutif, maka one way traffic akan dicabut dan jalur akan dikembalikan seperti semula.

"Sesuai hasil pertemuan ini, maka DPRD akan membuat rekomendasi ke eksekutif, dalam hal ini Pemerintah Kota Manado dan Pemprov Sulut, untuk mencari solusi terbaik selama 3 bulan dari sekarang. Jika tidak, jalur harus dikembalikan seperti semula," kata Wakil Ketua Komisi III Deprov Sulut, Amir Liputo, saat memimpin rapat.

(Rifaldi Rahalus)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 17 Maret 2016

0 komentar for "Bahas One Way Traffic, DPRD Sulut Libatkan Stakeholder"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional