Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

ARTIKEL: Mengenal (Beberapa) Raja Kaidipang, bagian terakhir

Oleh: Adrianus Kojongian

detiKawanua.com
- Jacob Korompot memerintah tidak lama. Ia meninggal bulan Desember 1747, dan digantikan Pangeran David Korompot sebagai pejabat. David Korompot  baru disahkan jadi Raja Kaidipang dan Bolaang Itang dengan korte verklaring yang dibuat di Benteng Orange Ternate tanggal 25 Mei 1750. Kontrak-kontrak sebelumnya yang dibuat masa Raja Willem, Albert dan Jacob diperbarui, apalagi dengan ekspoitasi emas di kerajaannya.

DARI TOEROEROE HINGGA MANOPPO

Raja terkenal di dekade ketiga dan keempat paruh pertama abad ke-19 adalah Mohamad D.Toeroeroe Korompot. Ia memerintah hingga tahun 1853. Kemudian naik tahta Kaidipang Tiaha Toeroeroe Korompot sejak 17 Agustus 1853.

Baca juga: ARTIKEL: Mengenal (Beberapa) Raja Kaidipang, bagian kedua

Raja Tiaha Toeroeroe Korompot meneken kontrak tanggal 21 April 1855, dimana raja dan mantrinya menyepakati kerajaannya jadi milik Belanda dan mengakui Raja Belanda sebagai tuan tertinggi. yang (tentu saja) 'disetujui' Gubernur Jenderal Hindia-Belanda dengan beslit 8 November 1855.

Pengganti Tiaha Toeroeroe adalah Mohamad Noerdin Korompot, diangkat dengan beslit Residen Manado 8 Oktober 1859 nomor 172, dan dibeslit resmi sebagai Radjah oleh Gubernur Jenderal 5 Januari 1860 nomor 8, serta dilantik resmi 25 Februari 1860.

Mohamad Noerdin Korompot dengan gelaran Prins van Diets Korompoet meneken korte verklaring 18 Juni 1860 di Manado dengan Residen Casparus Bosscher dan disetujui Gubernur Jenderal Ch.F.Pahud 25 Oktober 1860. Selain Mohamad Noerdin Korompot, ikut bertanda kruis para mantrinya seperti Marsaole Kaito, Marsaole Abdul Karim dan Sangaji Dunuba. Raja Mohamad Noerdin berkuasa tidak lama. Tahun 1865 ia digantikan oleh Pangeran Gongalah Korompot.

Gongalah Korompot awalnya bertindak sebagai pejabat Raja sejak 13 Maret 1865, lalu definitif ‘Radjah’ setelah di Manado meneken korte verklaring 23 Oktober 1865 dengan Residen Frederik Justus van Deinse. Nama resminya ditulis juga Gongalat Korompoet. Ia memerintah sangat lama, dan meneken kontrak terakhir tanggal 21 September 1895 bersama Residen Manado Eeltje Jelles Jellesma.

Lihat juga: JS Badudu Meninggal Dunia, Presiden Jokowi: Bangsa Indonesia Kehilangan

Karena usia lanjut, ia meminta mundur, dan disetujui Gubernemen dengan beslit 3 Juli 1897 nomor 20, digantikan Pangeran Loei Gongalah Korompot. Untuk masa pengabdiannya yang panjang bulan Maret 1898 Gubernur Jenderal menghadiahi Gongalah Korompot penghargaan bintang perak untuk kesetiaan dan prestasi (Zilveren ster voor Trouw en verdienste).

Sebagai pengganti Raja Gongalah Korompot adalah Loei Gongalah Korompot, semula sebagai President Raja, lalu diangkat raja dengan akte van verband di Manado tanggal 31 Agustus 1898 dengan Residen Manado Eeltje Jelles Jellesma dan saksi Kontrolir Nordtkust van Celebes J.G.Seriere. Pengangkatannya dikukuhkan dengan beslit Gubernur Jenderal van der Wijk 1 Desember 1898. Titel resminya adalah ‘Padoeka Radja Kaidipang’. Raja Loei yang juga dicatat dengan nama Louit Gongalah Korompoet meneken kontrak berikut 26 Mei 1901.

Raja Kaidipang terakhir adalah Manoppo Machmud Korompot, pernah menjabat Jogugu lalu President Raja setelah Raja Gongalah Korompot meninggal 23 Juni 1903. Ia baru diangkat resmi sebagai raja bertitel Paduka Raja di Boroko setelah meneken akte van verband dengan Kontrolir Bolmong Anton Christiaan Veenhuyzen 1 Maret 1904, dan dibeslit resmi 7 Juli 1904. Raja Manoppo meneken kontrak baru 14 Januari 1904, dan tambahan kontrak 19 Februari 1907 dengan Kontrolir Abraham Coomans. Ia memerintah hingga meninggal awal tahun 1910.

Pemerintahan dinasti Korompot berakhir ketika kerajaan Kaidipang digabungkan Belanda dengan Bolaang Itang. Meski kerajaan baru masih diembeli nama Kaidipang, dan kedudukan raja tetap di Boroko, tapi dinasti Ponto dari Bolaang Itang yang tampil sebagai penguasa. Raja Bolaang Itang Ram Soeit Ponto resmi bertahta di kerajaan Kadipang Besar 26 April 1913, dan dikukuhkan dengan beslit Gubernur Jenderal 31 Juli 1913. (***)

*) Dari koleksi Sammlungen den Staatsbibliothek zu Berlin (SSB)


SUMBER TULISAN
  • Coolhaas, Dr.W.Ph., Generale Missiven van Gouverneurs-Generaal en Raden aan Heren XVII. ‘s-Gravenhage, Martinus Nijhoff, 1960; dan dalam Historici nl..
  • Ensiklopedia Tou Manado.
  • Heeres, Jan Ernst, Frederik Willem Stapel, Corpus diplomaticum Neerlando-Indocum, vol.5, Martinus Nijhoff, ‘s-Gravenhage,1907. Buku Google.
  • Padtbrugge, R., Het Journal van Padtbrugge's reis naar Noord-Celebes en de Noordereilanden (16 Aug.-23 Dec,1677), Bijdragen tot de Taal-Land en-Volkenkunde, XIII, 1867. Buku Google.

Penulis Tinggal di Tomohon, Sulawesi Utara

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 14 Maret 2016 ,

0 komentar for "ARTIKEL: Mengenal (Beberapa) Raja Kaidipang, bagian terakhir"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional