Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

ARTIKEL: Mengenal (Beberapa) Raja Kaidipang, bagian kedua

Oleh: Adrianus Kojongian

detiKawanua.com - Seperti adat Kompeni, bagi raja dan para bobato Kaidipang dihadiahkan tanda kehormatan. Untuk Raja Binangkal Padtbrugge menyerahkan hadiah kebesaran berupa 4 ellen roode serfie, 1 zwaarten hoed (topi hitam), 1 Suratsen deken (selimut Surats) dan 1 ps roode Moeri. Untuk Jogugu 2 parkallen dan untuk Kapitein Laut 1 ps.parkal.

Baca juga: ARTIKEL: Mengenal (Beberapa) Raja Kaidipang, bagian pertama

Terakhir Raja Binangkal bersama Gubernur Padtbrugge mengunjungi gereja yang baru dibuat.

RAJA WILLEM HINGGA DAVID

Raja Binangkal dicatat Padtbrugge tahun 1677 sudah berusia tidak muda lagi. Tahun 1702 telah bertahta Willem Korompot. Namanya ditulis sebagai Willem Cornput, sehingga dipastikan dialah raja pertama yang resmi memakai fam Korompot. Selain versi bahwa fam tersebut tercetus dari kekaguman Raja Binangkal atas topi (pet) mahkota berlambang kerajaan Belanda (crown), sangat membudaya masa itu para raja dan bangsawan di Keresidenan Manado menggunakan nama raja Belanda dan pembesar Kompeni untuk nama serani keluarganya. Nama Willem Cornput sendiri dikenal sebagai Gubernur Maluku di Ternate sebelum Padtbrugge di tahun 1675. Gubernur Willem Cornput pun pernah datang ke Manado. Hanya tidak diketahui pasti apakah Raja Binangkal pernah bertemu dengannya.

Raja Willem Korompot meneken Korte Verklaring tanggal 17 Maret 1702. Pertentangannya dengan para pembesar Bolaang Itang memuncak di masanya, sehingga Belanda dibawah Gezaghebber Jacob Boner melakukan rekonsiliasi kedua pihak di Benteng Orange Ternate 2 Juli 1727. Masa pemerintahannya, di tahun 1728 penambangan emas mulai diupayakan pengusaha Tionghoa bernama Simteenko alias Lim Teen Ko.

Willem Korompot memerintah duapuluh tujuh tahun lamanya. Karena usia lanjut, tanggal 20 Februari 1728 ia menyurat meminta izin untuk mengangkat putra sulungnya, Pangeran Albert Cornput sebagai raja baru Dauw atau Kaidipang.

Lihat juga: Diimpit Tanjung Batu, Kawasan TNB II Ini Tidak Lagi Diperhatikan Pemerintah

Raja baru Albertus Korompot kelahiran tahun 1702 menggantikan ayahnya Willem Korompot, dilantik dengan meneken korte verklaring tanggal 4 Agustus 1729  di Benteng Orange Ternate dengan Gubernur dan Direktur Maluku Jacob Christiaan Pielat untuk dan atas nama Gubernur Jenderal Mattheus de Haan. Dalam kontrak, jabatannya ditulis sebagai Raja Bolaang Itang juga Raja Dauw. Permusuhan lama dengan Bolaang Itang yang dipimpin Jogugu Claas Ponto berlanjut, keduanya bahkan saling mengadu kepada Gubernur Maluku di Ternate.

Tahun 1739 Raja Albertus Korompot meninggal, dan sebagai penggantinya diangkat Jacob Korompot, yang naik tahta dengan meneken korte verklaring di Benteng Orange Ternate 28 Agustus 1739. Di pihak Belanda diwakili Gubernur dan Direktur Maluku Marten Lelivelt untuk dan atas nama Gubernur Jenderal Johannes Thedens. Raja Albertus pun meneken kontrak yang diperbarui kembali 3 September 1742 dimana pihak Kompeni Belanda diwakili Koopman David van Petersom dan Onderkoopman Jan Walraven de la Fontaine, mengatasnamakan Gubernur Pieter Roselaer dan Gubernur Jenderal Willem van Outhoorn.

Jacob Korompot memerintah tidak lama. Ia meninggal bulan Desember 1747, dan digantikan Pangeran David Korompot sebagai pejabat. David Korompot  baru disahkan jadi Raja Kaidipang dan Bolaang Itang dengan korte verklaring yang dibuat di Benteng Orange Ternate tanggal 25 Mei 1750. Kontrak-kontrak sebelumnya yang dibuat masa Raja Willem, Albert dan Jacob diperbarui, apalagi dengan ekspoitasi emas di kerajaannya.

(bersambung)


Penulis Tinggal di Tomohon, Sulawesi Utara

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 13 Maret 2016 ,

0 komentar for "ARTIKEL: Mengenal (Beberapa) Raja Kaidipang, bagian kedua"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional