Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Anak Kerjakan PR, Orangtua 'Harus Sekolah Lagi'

Ilustrasi. (Ist)

Manado, detiKawanua.com - Tingginya angka anak tidak bersekolah di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, mengundang perhatian para tokoh masyarakat dan juga pemuka-pemuka agama di Kelurahan tersebut.

Contohnya Ariyanto Lahay. Selaku tokoh masyarakat dan juga pemuka agama, dirinya cukup prihatin dengan kondisi anak-anak di Kelurahannya, khususnya anak-anak yang tidak bersekolah.

"Jika dihitung, di Kelurahan Mahawu, hampir lima puluh persen (50%) anak-anak yang seharusnya mengenyam pendidikan, tidak bersekolah. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan," ucapnya, Sabtu (26/03) kemarin, saat Anggota DPRD Kota Manado, Abdurrahman Abdul Wahid, melakukan agenda Reses (serap aspirasi warga) di Lingkungan III, Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting.

Selain itu, Dirinya juga menyoalkan kinerja para Guru. Baik Guru yang mengajar di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Saat ini, kinerja para Guru patut dipertanyakan. Karena, setiap anak yang diberikan tugas Pekerjaan Rumah (PR), tidak diberikan gambaran umum bagaimana cara mengerjakan PR yang diberikan. Jika terus-terusan seperti ini, berarti orangtua yang membimbing anaknya di dalam rumah, harus sekolah lagi," tukasnya dalam agenda Reses tersebut, yang juga dihadiri oleh Kabid Pendidikan Kota Manado, Boy Robot.

Menurut bapak dari tiga orang anak yang masih duduk di bangku SD, SMP dan SMA ini, gaji dan tunjangan yang diberikan pemerintah kepada para Guru saat ini terbilang tinggi. Namun, gaji dan tunjangan yang diberikan itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak, khususnya orangtua murid.

"Jika kinerja para Guru terus-terusan seperti ini dan tidak dievaluasi, saya kira program pemerintah untuk mengasah kepintaran anak lewat tenaga para pengajar tidak akan terealisasi," kritiknya.

Apa yang dikritisi Lahay ini pun tak dielakkan oleh Boy Robot selaku Kabid Diknas Pendidikan Kota Manado. Robot mengungkapkan, apa yang dikatakan Lahay benar adanya. Sehingga, kedepannya, pihak Diknas Pendidikan akan melakukan pembenahan di tubuh para tenaga pengajar.

Terlebih, lanjud Robot, jika sudah dilakukan pembenahan namun belum juga maksimal kinerja mereka, pastinya akan ditindaklanjuti.

"Kenyataannya di lapangan memang seperti itu. Untuk itu, kami juga meminta bantuan dan kerjasama yang baik dari para orangtua murid," ungkap Robot.

Dikesempatan itu juga, Lahay meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Manado mencarikan solusi yang tepat terkait masa depan para anak yang tidak lagi bersekolah. Hal ini dimaksudkan agar supaya, anak-anak yang putus sekolah tersebut jauh dari tindakan-tindakan kriminalitas.

(v1c)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 27 Maret 2016 , ,

0 komentar for "Anak Kerjakan PR, Orangtua 'Harus Sekolah Lagi' "

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional