Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

(Opini) SPPD, Setumpuk Pekerjaan Rumah, dan Tips “Memperkaya Diri” Ala Legislator Kotamobagu

Ilman Ariyan
Ilman Ariyan.
Kotamobagu, detiKawanua.com – Mengawali tahun 2016 yang baru berjalan kurang dari dua bulan, tingkah para Anggota DPRD Kota Kotamobagu, terutama dalam hal perjalanan dinas ke luar daerah, seolah menjadi gambaran akan ‘hasrat jalan-jalan’ yang kian tak terbendung.

Betapa tidak, meski ditunggu setumpuk pekerjaan rumah, mulai dari persoalan pengurangan tenaga honorer hingga hiruk pikuk persoalan pemekaran Kelurahan Biga Dayanan, yang menuntut adanya konsentrasi para Wakil Rakyat dalam memecahkan persoalan, namun di saat yang sama pula, para Legislator justru ‘seolah berlomba-lomba memperebutkan jatah’ perjalanan dinas dengan berlabelkan berbagai kegiatan konsultasi.

Tak ada yang salah memang, dengan kegiatan konsultasi yang dilakukan. Namun bagaimana dengan output yang dihasilkan dari setiap perjalanan dinas yang tentunya menelan uang rakyat tidak sedikit itu?

Konflik pemekaran Kelurahan Biga Dayanan, hingga kini belum mereda. Lantas bagaimana dengan nasib puluhan, bahkan ratusan tenaga honorer daerah yang telah dirumahkan beberapa waktu lalu? Kepada siapa harus mengadu, jika nyaris keseharian di setiap pekan, hanya staf DPRD yang terlihat juntrungannya? Semua, masih serba tidak jelas.

Satu-satunya yang jelas, barangkali hanyalah jumlah uang rakyat, yang menguap bersama kepulan asap kendaraan para Wakil Rakyat dalam perjalanan ke luar daerah.

Angkanya mungkin tidak kedengaran istimewa bagi mereka yang terbiasa membahas anggaran hingga ratusan miliar rupiah. Sebagaimana diungkapkan salah satu sumber resmi di Sekretariat DPRD, angka itu baru mencapai Rp 1,5 Miliar, dari total jumlah Rp 6 Miliar, yang memang dipersiapkan sebagai fasilitas penunjang dalam mengkonsultasikan berbagai persoalan kerakyatan di Kotamobagu selama tahun 2016.

Namun, bukankah dengan total anggaran Rp 6 Miliar untuk setahun itu, maka biaya yang telah dihabiskan sebanyak Rp 1,5 Miliar dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan, amat patut dipertanyakan proporsionalitasnya?

Bukankah anggaran Rp 6 Miliar itu, jika dibagi rata 12 bulan dalam setahun, maka idealnya Rp 1,5 Miliar baru akan habis pada akhir Maret, bulan depan? Itupun, lagi dan lagi, output dari setiap kegiatan konsultasi, studi banding, atau apapun namanya, seharusnya dan selayaknya bisa dipertanggungjawabkan sekaligus dinikmati hasilnya oleh segenap rakyat Kotamobagu.

Atau, barangkali rakyat Kotamobagu, yang nasib dan masa depannya tidak jelas, perlu mengikuti tips dari salah satu Wakilnya di DPRD, sebagaimana pesan yang diungkapkan dalam perbincangan hangat salah satu grup Blackberry Messenger (BBM), seperti berikut : “2019 bacalon anggota Dewan jo, soalnya Anggota Dewan skarang so kaya-kaya dengan SPPD”.

Di Postkan Oleh Deti Kawanua | Kamis, 25 Februari 2016 ,

0 komentar for "(Opini) SPPD, Setumpuk Pekerjaan Rumah, dan Tips “Memperkaya Diri” Ala Legislator Kotamobagu"

BERITA TERBARU

MITRA

KOTAMOBAGU

----->SOSIAL/BUDAYA

----->OLAHRAGA

Lingkungan

Internasional